SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Si Perusak Amal

5 years ago

Si Perusak Amal

Oleh: Ustadz Muhammad Sulhan, Lc, MHI 

 

Antara perusak amal ibadah yang sangat membahayakan adalah riya’. Riya’ artinya beribadah dengan tujuan agar dilihat oleh orang lain dan mendapatkan pujian dan sanjungan dari mereka. Contohnya, seorang mengerjakan shalat dan memperbagus shalatnya agar dilihat dan dipuji orang lain. Demikian pula seperti seorang yang bersedekah agar terkenal di tengah masyarakat sebagai seorang yang dermawan, dst.

 

◇ BAHAYA RIYA’ 

 

(1). Lebih ditakutkan Nabi shallallahu alaihi wa sallam dari pada fitnah Dajjal

 

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Maukah kalian aku beritahukan tentang sesuatu yang lebih aku takutkan atas kalian daripada al-masih Dajjal? Yaitu syirik terselubung: seorang berdiri lalu mengerjakan shalat, kemudian ia membaguskan shalatnya agar dilihat oleh orang lain.” (Hasan riwayat  Ibnu Majah)

 

(2). Lebih membahayakan dari pada serigala di tengah rombongan kambing

 

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjelaskan: “Dua ekor serigala kelaparan tidak lebih dapat merusak daripada antusias seseorang terhadap harta dan kemuliaan (yang dapat merusak) agamanya.” (Sahih riwayat at-Tirmidzi)

 

Maksudnya, bahwa agama dapat menjadi rusak akibat antusias terhadap harta, yaitu tatkala hartanya menyibukkan dirinya dari beribadah kepada Allah dan antusiasnya terhadap kekuasaan dan memalingkannya dari agama. Dan itu, apabila dia riya' dalam ibadahnya. 

 

(3). Menghilangkan keberkahan amalan dan menghapuskannya

 

Allah ta’ala berfirman: 

(Artinya) “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena RIYA' kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 264)

 

(4). Menyebabkan siksa di akhirat

 

Nabi shallallahu alaihi wa sallam mengabarkan bahwa neraka pertama kali akan dipanaskan untuk tiga golongan: orang yang membaca al-Quran, mujahid (pejuang) dan orang yang bersedekah dengan hartanya. Mereka mengerjakan ibadah-ibadah tersebut untuk dikenal sebagai Qari’, pemberani dan dermawan. (HR. Muslim)

 

(5). Mewariskan kerendahan dan kehinaan

 

Dalam sebuah hadis riwayat Muslim disebutkan: “Siapa yang melakukan sum’ah maka Allah akan membalas sum’ah-nya, dan barang siapa yang riya’ maka Allah akan balas riya’-nya.”

 

Maksudnya, barang siapa beribadah dengan niat agar ibadahnya itu didengar (sum’ah) atau dilihat (riya’) orang lain, maka Allah akan menguak aib dan rahasia buruknya di hadapan manusia. Allahul-musta'aan.

 

(6). Menghilangkan bagian pahala di akhirat

 

“Berilah kabar gembira kepada umat ini dengan kedudukan yang tinggi, agama, kemuliaan dan kemenangan di atas muka bumi. Barang siapa dari mereka ada yang beramal amalan akhirat demi mendapatkan dunia maka di akhirat ia tidak mendapatkan bagian.” Demikian kata Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. (Sahih riwayat Ahmad)

 

(7). Penyebab kekalahan bagi umat Islam

 

Allah menjanjikan kemenangan bagi umat yang ikhlas. Nabi bersabda: 

“Sesungguhnya Allah menolong umat ini hanya karena sebab adanya orang yang lemah dari mereka; karena doa, shalat dan keikhlasan mereka.” (Sahih riwayat an-Nasa-i)

 

Sebaliknya, jika mereka tidak ikhlas, maka kekalahan akan meliputi mereka.

 

(8). Menambah kesesatan

 

Allah ta’ala berfirman menjelaskan sifat orang munafik: 

(Artinya) “Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.” (QS. al-Baqarah: 9-10)

 

[Nur al-Ikhlas, Sa’id al-Qahthani]

 

Wahai Allah, berikanlah kepada kami keistiqomahan untuk senantiasa ikhlas dalam beramal saleh dan jauhkanlah kami dari riya’ dengan segala macamnya. Aamiin. 

 

Bagian Indonesia 

ICC DAMMAM KSA

 

______________________________

Dipost oleh Ustadz Muhammad Sulhan, Lc, MHI -hafidzahullah- di Dammam,Saudi tgl 25 Shafar 1436 / 18 Des 2014 


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Adab Safar
Adab Safar
Ustadz Abu Islama Imanudin Lc - 3 years ago
Sungguh Allah Akan Menghinakan Musuh Al Qur'an
Sungguh Allah Akan Menghinakan Musuh Al Qur'an
Ustadz DR Musyaffa' Ad Dariny,MA - 3 years ago
Berbagi Ramadhan (4)
Berbagi Ramadhan (4)
Redaksi SalamDakwah - 6 years ago
Tak Bisa Hidup Tanpa Al Quran
Tak Bisa Hidup Tanpa Al Quran
Redaksi SalamDakwah - 6 years ago
Takjub Dengan Amalan
Takjub Dengan Amalan
Ustadz Abu Fairuz Ahmad, MA - 4 years ago
Banyak Bergaul Bisa Menjadi Racun Hati
Banyak Bergaul Bisa Menjadi Racun Hati
Ustadz Nuruddin Abu Faynan. Lc - 4 years ago
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com