SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Tafakur Cinta

4 years ago

Tafakur Cinta

Oleh: Ustadz Aan Chandra Thalib

 

(Untuk kita renungkan)

 

Imam Ahmad pernah bercerita perihal

istrinya, beliau mengatakan:

 

ﺃﻗﻤﺖ ﻣﻊ ﺃﻡ ﺻﺎﻟﺢ ﺛﻼﺛﻴﻦ ﺳﻨﺔ، ﻓﻤﺎ ﺍﺧﺘﻠﻔﺖ ﺃﻧﺎ ﻭﻫﻲ ﻓﻲ ﻛﻠﻤﺔ، ﺛﻢ ﻣﺎﺗﺖ ﺭﺣﻤﻬﺎ ﺍﻟﻠﻪ .

 

''Aku hidup bersama Ummu Shaleh selama 30 tahun. Aku dan dia tak pernah berselisih meski dalam satu kata sekalipun. Kemudian dia meninggal dunia, semoga Allah merahmatinya''. 

 

Saya katakan: Semoga Allah rahmati keduanya.

 

Fragmen diatas setidaknya mengajak kita untuk bercermin kembali, baik sebagai suami maupun sebagai

Istri.

 

Ummu sholeh adalah sosok yang sangat langka di zaman ini. Seperti langkanya sosok Imam Ahmad. 

Hari ini, kisah ketaatan ummu sholeh itu bagai sesuatu yang semu, tak ubahnya sosok khayalan saja.

 

Hari ini..

Sebagian istri lupa atau bersikap masa bodoh dengan kewajiban mereka sebagai ma'mum dalam keluarga. Adakalanya -tanpa merasa berdosa- seorang istri berani membentak suaminya. Seakan lupa bahwa suami adalah jalan baginya menuju surga. Kondisi itu terkadang membuat sebagian suami memilih sembunyi-sembunyi agar bisa menumpahkan tangis kecewa karena ulah sang istri yang sulit diatur.

 

Padahal Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

“Wanita (istri) mana saja yang meninggal dalam keadaan suaminya ridha kepadanya niscaya ia akan masuk

surga.” 

(HR. At-Tirmidzi)

 

Islam telah menetapkan bahwa ketaatan terhadap suami merupakan kewajiban yang harus didahulukan

seorang istri diatas ketaatan terhadap kedua orangtuanya.

 

Rasul bersabda:

 

“Seandainya aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain niscaya aku akan memerintahkan istri untuk sujud kepada suaminya.”

(HR. At-Tirmidzi)

 

Namun ingat..! 

Ketaatan ini hanya berlaku pada hal-hal yang ma'ruf (baik-baik) saja. 

Seorang istri tidak wajib taat apabila suami menyuruhnya untuk melakukan kemaksiatan pada Allah. Karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

“Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Khaliq.” 

(HR. Ahmad)

 

Fragmen di atas juga mengajak kita -para suami- untuk bercermin kembali. Jangan sampai kita menginginkan istri seperti Ummu sholeh namun kita lupa siapa Imam Ahmad.

 

Kita menginginkan wanita seperti Aisyah, namun lupa bahwa di sana ada pribadi Agung yang menjahit baju dan

kasutnya sendiri.

 

Ingat pesan Rasulullah:

 

“Berlemah-lembutlah terhadap gelas- gelas kaca (maksudnya para wanita).” 

(HR. Sahih Bukhari Muslim)

 

Sekian.

 

Cermin diri:

 

Abu Hurairah radhiyallahu anhu

berkata:

 

Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: 

“Wanita (istri) seperti apakah yang paling baik?” Beliau menjawab,

“Yang menyenangkan suaminya bila suaminya memandangnya, yang menaati suaminya bila suaminya memerintahnya, ia tidak menyelisihi suaminya dalam perkara yang menyangkut dirinya dan tidak pula terhadap harta suaminya pada apa yang dibencinya.”

(HR. Ahmad)

 

Wahai para suami.... 

pelan-pelanlah..

Istrimu adalah teman hidupmu.. 

Dia bukan pembantumu..

 

Wallahu a'lam

 

ACT El Gharantaly

Madinah, 19-04-1435 H

_______________________

Dipost ulang oleh Ustadz Aan Chandra Thalib -hafizhahullah- tgl 10 Shafar 1436 / 3 Des 2014


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Adab Berdoa
Adab Berdoa
Ustadz Sulhan Jauhari,Lc - 9 months ago
Persatuan & Perpecahan
Persatuan & Perpecahan
Redaksi SalamDakwah - 4 years ago
(1) Ramadhan adalah Bulan Ketakwaan
(1) Ramadhan adalah Bulan Ketakwaan
Ustadz DR. Muhammad Nur Ihsan - 1 year ago
Perbedaan Ulama Bukanlah Dalih!
Perbedaan Ulama Bukanlah Dalih!
Ustadz Abu Ubaidah As-Sidawi - 1 year ago
Tiga Orang Paling Licik
Tiga Orang Paling Licik
Ustadz Zainal Abidin. Lc - 6 months ago
Dakwah Dengan Tauladan
Dakwah Dengan Tauladan
Redaksi SalamDakwah - 5 years ago
Belajar tuk Berhusnuzhon Dengan Ketentuan-Nya
Belajar tuk Berhusnuzhon Dengan Ketentuan-Nya
Ustadz Abu Fairuz Ahmad, MA - 4 years ago
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com