SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Doa Berlindung Dari Hilangnya Nikmat dan Kesehatan

4 years ago

Doa Berlindung Dari Hilangnya Nikmat dan Kesehatan

Oleh: Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, M.Sc 

 

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

 

Satu do’a lagi yang ringkas namun penuh makna dari kitab Riyadhus Sholihin An Nawawi, yaitu do’a berlindung dari hilangnya nikmat dan datangnya penyakit.

 

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar, dia berkata, “Di antara doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah:

 

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيعِ سَخَطِكَ

 

“ALLOOHUMMA INNII A’UUDZU BIKA MIN ZAWAALI NI’MATIK, WA TAHAWWULI ‘AAFIYATIK, WA FUJAA’ATI NIQMATIK, WA JAMII’I SAKHOTHIK” [Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya kenikmatan yang telah Engkau berikan, dari berubahnya kesehatan yang telah Engkau anugerahkan, dari siksa-Mu yang datang secara tiba-tiba, dan dari segala kemurkaan-Mu]. (HR. Muslim no. 2739)

 

Faedah dari hadits di atas:

 

Pertama: Yang dimaksud nikmat di sini adalah nikmat Islam, Iman, anugerah ihsan (berbuat baik) dan kebajikan. Jadi dalam do’a ini kita berlindung dari hilangnya nikmat-nikmat tersebut. Makus hilangnya nikmat adalah nikmat tersebut hilang dan tanpa ada penggantinya.

 

Kedua: Yang dimaksud dengan berubahnya kesehatan (‘afiyah) adalah nikmat sehat tersebut berubah menjadi sakit. Yang dimaksud dengan ‘afiyah (sehat) di sini adalah berpindahnya nikmat ‘afiyah dari pendengaran, penglihatan dan anggota tubuh lainnya. Jadi do’a ini kita maksudkan meminta selalu kesehatan (tidak berubah menjadi penyakit) pada pendengaran, penglihatan dan anggota tubuh lainnya.

 

Ketiga: Yang dimaksud fuja’ah adalah datang tiba-tiba. Sedangkan “niqmah” adalah siksa dan murka. Dalam do’a ini berarti kita berlindung pada Allah dari datangnya ‘adzab, siksa dan murka Allah yang tiba-tiba.

 

Keempat: Dalam do’a ini, kita juga meminta pada Allah agar terlindung dari murka-Nya yaitu segala hal yang dapat mengantarkan pada murka Allah.

 

Semoga do’a ini bisa kita amalkan dan mendapatkan berbagai anugerah.

 

Referensi:

‘Aunul Ma’bud Syarh Sunan Abi Daud, Al ‘Azhim Abadi, 4/283, Darul Kutub Al ‘Ilmiyyah, Beirut, tahun 1415.

 

Diselesaikan di wisma MTI, Pogung Kidul, 14 Jumadits Tsani 1431 H (27/05/2010)

________________________

Dipost ulang oleh Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, M.Sc hafidzahullah tgl 22 Al-Muharram 1436 / 15 Nov 2014


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Pintu Terbesar Untuk (Menyesatkan) Manusia
Pintu Terbesar Untuk (Menyesatkan) Manusia
Redaksi SalamDakwah - 5 years ago
Memaknai Kembali Liberalisme
Memaknai Kembali Liberalisme
Ustadz Abu Salma Muhammad - 3 years ago
Sihir vs Karomah
Sihir vs Karomah
Ustadz Abu Ubaidah As-Sidawi - 3 years ago
2 Kesalahan Suami dan 2 Kesalahan Istri
2 Kesalahan Suami dan 2 Kesalahan Istri
Ustadz Zaid Susanto.Lc - 3 years ago
Jilbab Warna Warni
Jilbab Warna Warni
Ustadzah Ummu Faynan,Lc - 3 years ago
Kejutan Hidup
Kejutan Hidup
Ustadz Abu Fairuz Ahmad, MA - 2 years ago
20 Kiat Mengatasi Futur
20 Kiat Mengatasi Futur
Ustadz Najmi Umar Bakkar - 1 year ago
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com