SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Diantara Adab Safar: Tidak Safar Sendirian

5 years ago

Diantara Adab Safar: Tidak Safar Sendirian

Ada pembahasan ringkas berkaitan dengan bepergian atau safar, apakah disunnahkan safar dengan teman. Ternyata dalam hal ini ada beberapa hadis dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Dan hadis yang menerangkan tentangnya adalah sahih. Di bawah ini kami bawakan tiga buah hadis seputar permasalahan:

 

[1]. Ibnu Umar radhiyallahu 'anhu berkata: 

 

نَهَى عَنِ الْوَحْدَةِ أَنْ يَبِيْتَ الرَّجُلُ وَحْدَهُ، أَوْ يُسَافِرَ وَحْدَهُ

 

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang menyendiri, yakni seseorang tidur malam (di rumah) sendiri atau pergi safar sendiri. (hadis sahih. lihat ash-Shahihah, no.60)

 

Senada dengan perkataan di atas apa yang ucapkan oleh di Umar bin al-Khaththab radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Janganlah seorang dari kalian safar sendirian, dan jangan pula ia tidur di rumah sendirian."

 

[2]. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

 

لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ فِي الْوَحْدَةِ مَا أَعْلَمُ مَا سَارَ رَاكِبٌ بِلَيْلٍ وَحْدَهُ (أَبَدًا)

 

Kalau saja manusia mengetahui dalam kesendirian sebagaimana yang aku ketahui, pasti ia tidak akan berani bepergian sendirian selamanya. (hadis sahih. lihat ash-Shahihah, no.61)

 

[3]. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda: 

 

الرَّاكِبُ شَيْطَانٌ وَالرَّاكِبَانِ شَيْطَانَانِ وَالثَّلاَثةَ ُرَكْبٌ

 

Orang yang safar sendirian adalah setan (bermaksiat), dan orang yang safar berdua adalah dua setan (bermaksiat), jika tiga orang maka mereka adalah orang yang safar. (hadis hasan. lihat ash-Shahihah, no. 62)

 

○ PENJELASAN SINGKAT

 

Ath-Thabari rahimahullah berkata: 

"Ini adalah larangan untuk mendidik dan mengarahkan, karena dikhawatirkan seorang akan takut kesepian, dan hukumnya tidak haram. Orang yang berjalan di padang pasir sendirian atau yang tidur di rumahnya sendiri tidak akan merasa aman dari kesepian, terutama bila ia memiliki pikiran yang buruk atau hati yang lemah. Dan yang benar (dalam masalah ini) manusia itu berbeda-beda, sehingga larangan di atas bertujuan untuk memutuskan kesepian tersebut, maka makruh hukumnya menyendiri demi menutup pintu kepada kesepian, dan hukum makruh tersebut pada hak dua orang menjadi lebih ringan dari pada pada satu orang."

 

Al-Munawi rahimahullah berkata dalam kitab Faidhul-Qadir: 

"Komentar saya, semoga yang dimaksud dalam hadis adalah safar di padang pasir dan hamparan tanah lapang yang luas yang hampir tidak mungkin seorang musafir melihat seorang pun, dan tidak termasuk safar pada zaman sekarang yang melalui jalanan bagus yang telah banyak sarana transportasi padanya, wallahu a'lam." (ash-Shahihah jilid 1, hlm. 129-132)

 

Satu kesimpulan ringkas dari tulisan di atas adalah, 

DISUNNAHKAN safar secara bersama-sama MINIMAL 3 ORANG. Allahu a’lam.

 

Bagian Indonesia

ICC DAMMAM KSA

(Saudi)

15 Shafar 1436 / 8 Des 2014


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Ikut Ulil Amri
Ikut Ulil Amri
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 7 years ago
Mengenal Si Qonitah
Mengenal Si Qonitah
Redaksi SalamDakwah - 6 years ago
Hilangkan Kebodohan
Hilangkan Kebodohan
Ustadzah Ummu Faynan,Lc - 4 years ago
Renungan Bagi Penuntut Ilmu
Renungan Bagi Penuntut Ilmu
Ustadz Aan Chandra Thalib,Lc - 4 years ago
Dibelakang Layar
Dibelakang Layar
Ustadz Abu Fairuz Ahmad, MA - 4 years ago
Jangan Kotori Cinta
Jangan Kotori Cinta
Ustadz Abu Fairuz Ahmad, MA - 4 years ago
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com