SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Orang yang Berilmu Demikian Pula Penuntut Ilmu: Mereka Berkata, Saya Tidak Tahu

5 years ago

Orang yang Berilmu Demikian Pula Penuntut Ilmu: Mereka Berkata, Saya Tidak Tahu

1). Abu Bakar ash-Shiddiq

 

Adalah Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu anhu, ia pernah ditanya tentang suatu ayat dari al-Quran yang mulia, beliau berkata: “Bumi mana yang sudi memikulku dan langit mana yang mau menaungiku apabila aku berkata tentang suatu ayat dari kitab Allah yang tidak sesuai dengan keinginan-Nya subhanahu wa ta'ala.”

 

Abu Bakar juga pernah ditanya tentang suatu permasalahan, ia menjawab: “Saya tidak mengetahuinya.” Lalu beliau berkata: “Alangkah leganya hati ini.” Orang-orang bertanya: “Wahai Amirul mukminin, apa maksudmu?” Ia menjawab: “Maksudnya, apabila seorang ditanya tentang sesuatu yang tidak ia ketahui lalu menjawab, ‘Allahu a’lam (Allah lebih tahu).’ 

 

2). Umar bin al-Khattab 

 

Ibnu Umar bin al-Khattab radhiyallahu 'anhu pernah ditanya: “Apakah bibi (dari pihak ayah) mendapat warisan?” Beliau menjawab: “Saya tidak tahu.” Orang yang bertanya kembali berkata: “Engkau saja tidak tahu, maka kami juga tidak tahu.” Beliau berkata: “Iya, pergilah kepada ulama Madinah dan tanyakan kepada mereka.” 

 

Tatkala hendak pergi, orang itu mencium kedua tangan Ibnu Umar seraya berkata: “Alangkah bagusnya ucapan Abu Abdurrahman (yakni Ibnu Umar), ditanya sesuatu yang tidak ia ketahui lalu berkata: ‘Saya tidak tahu. “ 

Itulah mereka, sifat mulia yang tertanam pada jiwa yang begitu mendalam, hingga setiap orang dari mereka berharap agar sahabat yang lain saja yang menjawab pertanyaan yang dilontarkan kepada mereka. 

 

3). Al-Bara’ bin ‘Azib

 

Al-Bara’ bin ‘Azib radhiyallahu 'anhu berkata: “Sungguh, aku pernah melihat tiga ratus sahabat yang hadir di perang Badar, tidaklah seorang dari mereka melainkan ia menginginkan sahabat yang lain untuk menjawab fatwa (yang ditujukan kepadanya).”

 

4). Abdurrahman bin Abu Laila

 

Abdurrahman bin Abu Laila rahimahullah berkata: “Aku pernah bertemu seratus dua puluh sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dari kaum al-Anshar, seorang dari mereka ditanya tentang suatu masalah namun ia mengalihkannya kepada yang ini, dan yang ini mengalihkan kepada yang itu hingga kembali kepada orang pertama.”

 

5). Al-Qasim bin Muhammad

 

Al-Qasim bin Muhammad rahimahullah pada suatu hari ditanya, ia menjawab: “Saya tidak mengetahui.” Kemudian ia melanjutkan: “Demi Allah, seorang yang hidup dalam kejahilan setelah ia mengetahui hak Allah atasnya, itu lebih baik dari pada ia berkata tentang sesuatu yang belum ia ketahui.”

 

6). Imam Malik bin Anas 

 

Imam Malik rahimahullah berkata: “Dahulu Abu Bakar berkata: ‘Saya tidak tahu,’ dan sekarang orang-orang juga berkata: “Saya tidak tahu.” 

 

Abdurrahman bin Mahdi rahimahullah berkata: “Seseorang datang kepada Malik bin Anas bertanya tentang sesuatu hingga ia menginap selama beberapa hari, namun Malik tidak juga menjawabnya. Orang itu berkata: “Wahai Abu Abdillah (yakni Imam Malik), sesungguhnya aku ingin pulang, aku sudah terlalu lama di sini.” Lalu Imam Malik menundukkan kepalanya begitu lama, ia mengangkatnya dan berkata: “Maa Syaa’ Allah, wahai Fulan, sesungguhnya aku ingin berkata tentang sesuatu yang aku yakin itu adalah kebaikan, namun aku tidak tahu baik tentang masalahmu itu.” 

 

Ibnu Wahb rahimahullah berkata: “Dahulu aku sering mendengar Malik berkata: ‘Saya tidak tahu.’ Andai saja kita tulis dari Malik ucapan tersebut sungguh buku-buku kami akan penuh dengannya.”

 

7). Ulama yang lainnya

 

Uqbah bin Muslim rahimahullah berkata: “Aku hidup bersama Ibnu Umar selama tiga puluh empat bulan, beliau dahulu ketika ditanya sering menjawab: Saya tidak tahu.”

 

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu 'anhu berkata: “Apabila seorang ‘alim meninggalkan ucapan ‘saya tidak tahu,’ maka ia telah terancam dengan kebinasaan. 

 

Asy-Sya’bi rahimahullah berkata: “Ucapan ‘Saya tidak tahu’ adalah separuh ilmu.” 

 

Abu adz-Dzayyal berkata: “Belajarlah ucapan “Saya tidak tahu”, jangan belajar ucapan “Saya tahu”, sebab apabila engkau berkata ‘Saya tidak tahu,’ maka mereka akan mengajarimu hingga engkau tahu, dan apabila engkau berkata: “Saya tahu, maka mereka akan bertanya kepadamu sampai engkau tidak tahu.”

 

Imam Malik bin Anas radhiyallahu 'anhu berkata: “Sudah sepatutnya bagi seorang ‘alim ketika menghadapi suatu masalah ia akrab dengan ucapan Saya tidak tahu, mudah-mudahan ada kebaikan yang telah dipersiapkan untuknya.”

 

[Hilyatul ‘Alim al-Mu’allim, Abu Usama al-Hilali]

 

○ PETIKAN FAEDAH:

 

1. Hendaknya orang yang berilmu -demikian pula penuntut ilmu- akrab dengan ucapan "saya tidak tahu", "Allahu a"lam", dsb.

2. Ucapan tersebut merupakan adab mulia bagi penuntut ilmu.

3. Setinggi apapun ilmu yang dimiliki seseorang pasti masih banyak hal yang belum ia ketahui. 

4. Sifat rendah hati seorang yang berilmu. 

5. Meninggalkan ucapan di atas merupakan sebab kebinasaan.

6. dll.

 

Bagian Indonesia

ICC DAMMAM KSA

(Saudi)

14 Shafar 1436 / 7 Des 2014


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Tahun Baru Hijriyah
Tahun Baru Hijriyah
Redaksi salamdakwah.com - 8 years ago
Perpisahan (dengan Ramadhan)
Perpisahan (dengan Ramadhan)
Redaksi SalamDakwah - 5 years ago
Aku Hanyalah Lilin
Aku Hanyalah Lilin
Ustadz Abu Fairuz Ahmad, MA - 4 years ago
Membangun Dunia Dengan Dakwah
Membangun Dunia Dengan Dakwah
Ustadz Abu Fairuz Ahmad, MA - 4 years ago
Kak..Apa Hukum Pacaran ?
Kak..Apa Hukum Pacaran ?
Ustadz Aan Chandra Thalib,Lc - 3 years ago
Karena Dirimu Adalah Mutiara
Karena Dirimu Adalah Mutiara
Ustadz Abu Fairuz Ahmad, MA - 4 years ago
Adilkah Timbangan Kita
Adilkah Timbangan Kita
Ustadz Kurnaedi Lc - 3 years ago
Berinfaqlah niscaya Allah akan berinfaq ke Anda
Berinfaqlah niscaya Allah akan berinfaq ke Anda
Redaksi salamdakwah.com - 7 years ago
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com