SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Laki-laki Tidak Akan Dewasa Sampai Ibunya Meninggal, Wanita Tidak Akan Tenang Sampai ia Menikah

5 years ago

Laki-laki Tidak Akan Dewasa Sampai Ibunya Meninggal, Wanita Tidak Akan Tenang Sampai ia Menikah

Fulanah: Yaa ustadzati, masih adakah lelaki di kolong langit ini? Masih adakah beberapa petak tanah tempat menapak para lelaki, lelaki yang mau dengan wanita berkepala tiga lebih seperti saya?

 

Ustadzah: Anti kemana saja ketika masih ranum-ranumnya?

 

Fulanah: Adalah anugrah berbuah musibah bernama “beasiwa keluar negeri” yaa ustadzati, saya mendakinya sampai puncak tertinggi. Kesibukan membolak-balik halaman per halaman memutuskan aku menundanya. Hiasan gelar dibelakang dan depan namaku membuatku menolak beberapa laki-laki yang namanya masih polos akan hiasan. Kini mimpi buruk menopause terus mengejarku.

 

Yaa Rabb, sekarang kiranya seseorang saja yang mengiba-iba memanggilku “ummi” lebih aku sukai dari beribu-ribu orang yang membungkuk hormat memanggilku “Doktor”.

 

Ustadzah: Jika demikian, sulit rasanya mencari lelaki berkepala tiga juga yang masih sendiri, apalagi yang namanya berhias. Tapi coba kita menyibak-nyibak sedikit, mudahan ada duda bertanggung jawab. Atau jika ukhti berkenan.., ukhti mencoba mengetuk pintu belas kasih ke akhwat yang lain agar mengizinkan suaminya memberikannya madu.

 

Kami pernah dibacakan sebuah syair oleh teman kami yang berasal dari tanah Arab;

 

Laki-laki tidak akan dewasa sampai ibunya meninggal.

Wanita tidak akan tenang sampai ia menikah.

 

Setelah dipikir-pikir syair ini ada benarnya. Oleh karena itu tidak layak bagi wanita untuk menunda-nunda pernikahan. Baik karena alasan pendidikan, kuliah, dan pekerjaan [bukan berarti tidak bisa ditunda sama sekali]. Ia memilih menjadi wanita “kurir” [aduh maaf], ia memilih menjadi wanita karir. [ini juga bukan berarti wanita tidak boleh bekerja mencari nafkah sama sekali]. Dan Jika telah ada laki-laki yang baik agama dan akhlaknya serta diridhai segeralah menikah, jangan menunda-nunda. 

 

(Oleh Ustadz dr. Raehanul Bahrain)

Artikel Kajian Islam

 

_________________________

Dishare oleh Ustadz Abu Fairuz, MA tgl 15 Muharram 1436 / 8 Nov 2014


Silakan login untuk menulis komentar.
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com