SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Perampok Jadi Mujahid

Ustadz DR Firanda Andirja, MA - 6 years ago

Perampok Jadi Mujahid

Al-Imam Ibnu Jarir rahimahullah meriwayatkan bahwasanya ‘Ali Al-Asadi telah membuat kerusakan, membuat para penempuh jalan ketakutan dan telah menumpahkan darah dan merampok. Maka iapun menjadi buronan para penguasa dan juga rakyat, akan tetapi ia tidak mau menyerahkan diri, dan mereka tidak mampu pula untuk menangkapnya. Hingga akhirnya iapun datang dalam keadaan bertaubat. Hal ini disebabkan ia mendengar seseorang membaca firman Allah :

 

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

 

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” 

(QS Az-Zumar : 53)

 

Lalu ‘Ali Al-Asadi pun berhenti di hadapan lelaki tersebut dan berkata, “Ulangi kembali bacaan ayat ini !”. Lalu lelaki tersebut mengulangi kembali bacaannya, maka Ali pun menyarungkan pedangnya lalu datang dalam kondisi bertaubat.

 

Iapun masuk ke kota Madinah di waktu sahur (sebelum subuh), lalu mandi, kemudian mendatangi mesjid Nabawi lalu sholat subuh. Setelah itu iapun duduk di dekat Abu Huroiroh radhiallahu ‘anhu, ia duduk di kerumunan para sahabat Abu Huroiroh. Tatkala matahari menguning maka orang-orangpun mengenalnya lalu merekapun berdiri menuju ke arahnya. Ali pun segera berkata, “Kalian tidak bisa menangkapku karena aku telah datang dalam keadaan bertaubat sebelum kalian berhasil menangkapku”. Abu Huroiroh berkata, “Ia telah benar”. Abu Huroiroh lalu menggandeng tangan Ali Al-Asadi hingga membawanya ke Marwan bin Al-Hakam –yang merupakan gubernur kota Madinah di zaman kekhalifahan Mu’aawiyah bin Abi Sufyan-. Lalu Abu Huroiroh berkata kepada Marwan, 

“Ini si Ali telah datang dalam keadaan bertaubat, dan tidak ada jalan bagi kalian untuk menghukumnya atau membunuhnya.” Akhirnya Ali pun dibiarkan dan tidak dihukum sama sekali.

 

Lalu Ali pun keluar dalam keadaan bertaubat dan berjihad di jalan Allah dalam peperangan di lautan. Pasukan kaum muslimin bertemu dengan pasukan Romawi, lalu kaum muslimin mendekatkan kapal Ali ke salah satu kapal pasukan Romawi, lalu beliaupun melompat ke kapal mereka dan merusak salah satu sisi kapal mereka hingga kapal mereka miring dan akhirnya merekapun seluruhnya tenggelam bersama beliau rahimahullah” 

(Tafsir Ibnu Katsiir 3/102-103 pada tafsir surat Al-Maadiah ayat 32-34)

 

Dishare Ustadz Firanda, MA hafidzahullah tanggal 20 Dzulqo'dah 1435 / 15 September 2014 


Fadelwalkman
3 years ago

Koreksi nama surat

Apakah yang dimaksud Surat Al Maaidah?

Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Kesabaran Ikhtiyari (Pilihan) VS Idhtirori (Terpaksa)
Kesabaran Ikhtiyari (Pilihan) VS Idhtirori (Terpaksa)
Ustadz DR Firanda Andirja, MA - 6 years ago
Belajar Biasa Bersyukur Dalam Kekurangan
Belajar Biasa Bersyukur Dalam Kekurangan
Ustadz DR Firanda Andirja, MA - 6 years ago
Agar Persahabatan Tidak Menjadi Permusuhan
Agar Persahabatan Tidak Menjadi Permusuhan
Ustadz DR Firanda Andirja, MA - 5 years ago
Akhlak Yang Baik Terhadap Istri
Akhlak Yang Baik Terhadap Istri
Ustadz DR Firanda Andirja, MA - 7 years ago
Sekedar Renungan...
Sekedar Renungan...
Ustadz DR Firanda Andirja, MA - 6 years ago
Islam Agama yg Mudah Tapi Bukan Agama yg Dimudah-mudahkan
Islam Agama yg Mudah Tapi Bukan Agama yg Dimudah-mudahkan
Ustadz DR Firanda Andirja, MA - 6 years ago
Mengetuk Pintu Langit
Mengetuk Pintu Langit
Ustadz DR Firanda Andirja, MA - 6 years ago
Janganlah Pernah Pelit Kepada Orang Tuamu
Janganlah Pernah Pelit Kepada Orang Tuamu
Ustadz DR Firanda Andirja, MA - 7 years ago
Kertas Putih dan Titik Hitam
Kertas Putih dan Titik Hitam
Ustadz DR Firanda Andirja, MA - 4 years ago
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com