SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Anakku

Ustadz Ferry Nasution - 5 years ago

Anakku

Sungguh aku mengenalmu sejak dahulu… 

semenjak engkau telah beranjak dewasa… 

aku tahu engkau sangat tamak dengan pahala… 

Aku tahu engkau selalu cerita tentang   keutamaan shalat berjamaah… 

Aku tahu engkau selalu bercerita terhadapku tentang keutamaan shaf pertama di dalam shalat berjamaah… 

Aku tahu engkau selalu mengatakan tentang keutamaan infak, dan bersedekah…

 

Akan tetapi satu hadits yang telah engkau lupakan wahai anakku… 

satu keutamaan yang sangat besar yang telah engkau lalaikan…

yaitu bahwa Nabi -shallallahu alaihi wasallam- telah bersabda,  

sebagaimana diriwayatkan oleh Abdulloh bin Mas’ud, ia mengatakan: 

 

سألت رسول الله  صلى الله عليه وسلم، قلت: يا رسول الله أي العمل أفضل؟   قال: الصلاة على  ميقاتها. قلت: ثم أيُّ؟ قال: ثم بر الوالدين. قلت: ثم   أيُّ؟ قال: الجهاد في  سبيل الله. فسكت عن رسول الله صلى الله عليه وسلم   ولو استزدته لزادني.  (متفق عليه)

 

Aku bertanya kepada Rasulullah -shollallahu alaihi wasallam-: Wahai Rasulullah, amal apa yang paling mulia? Beliau menjawab: shalat pada   waktunya. 

Aku bertanya lagi: Kemudian apa wahai Rasulullah? Beliau menjawab: Kemudian berbakti kepada kedua orang tua.  

Aku bertanya lagi: Kemudian apa wahai Rosululloh? Beliau menjawab: Kemudian jihad di jalan Allah. Lalu aku pun diam (tidak bertanya) kepada Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- lagi, dan sekiranya aku bertanya lagi,   niscaya beliau akan menjawabnya. 

 

Itulah hadits Abdullah bin Mas’ud… 

 

Wahai anakku… 

Inilah aku, ibumu… pahalamu… tanpa engkau harus memerdekakan budak atau tanpa dirimu banyak-banyak berinfak dan bersedekah… aku inilah ladang pahalamu…

  

Pernahkah engkau mendengar, seorang suami yang meninggalkan keluarga & anak-anaknya, berangkat jauh ke negeri seberang, ke negeri entah berantah untuk mencari tambang emas, guna menghidupi keluarganya?! 

Dia salami satu persatu, dia ciumi isterinya, dia sayangi anaknya, dia mengatakan: 

Ayah kalian, wahai anak-anakku, akan berangkat ke negeri yang ayah sendiri tidak tahu, ayah akan mencari emas… maka untuk itu jagalah rumah kita yang reot ini serta jagalah Ibu kalian yang tua renta ini, jagalah… 

  

Berangkatlah suami tersebut, suami yang berharap pergi jauh, untuk   mendapatkan emas, guna membesarkan anak-anaknya, untuk membangun istana mengganti rumah reotnya. 

Akan tetapi apa yang terjadi, setelah tiga puluh tahun dalam perantauan, yang ia bawa hanya tangan hampa dan kegagalan. 

Dia gagal dalam usahanya. Pulanglah ia kembali ke kampungnya. Dan sampailah ia ke tempat dusun yang selama ini ia tinggalkan 

  

Apalagi yang terjadi di tempat itu, setibanya di lokasi rumahnya, matanya terbelalak. Ia melihat, tidak lagi gubuk reot yang ditempati oleh anak-anak dan keluarganya. Akan tetapi dia melihat, sebuah perusahaan besar, tambang emas yang besar. 

Jadi ia mencari emas jauh di negeri orang, kiranya orang mencari emas dekat di tempat ia tinggalnya. 

 

Itulah perumpaanmu dengan kebaikan terhadapku ibumu..., 

wahai anakku… 

Engkau berletih mencari pahala… engkau telah beramal banyak… tapi   engkau telah lupa bahwa di dekatmu ada pahala yang sangat besar… 

di sampingmu ada orang yang dapat menghalangi atau mempercepat amalmu masuk ke dalam surga… 

 

Ibumu adalah orang yang dapat menghalangimu untuk masuk surga, atau mempercepat amalmu masuk surga… Bukankah ridhaku adalah keridhoan Allah?! 

Dan bukankan murkaku adalah kemurkaan Allah?! 

 

(# tentunya disini yang dimaksud ialah, keridhaan orang tersebut merupakan amal yang ALLAH ridhai, dan kemurkaan tersebut ialah, kemurkaan yang merupakan amal yang ALLAH murkai)

 

Anakku… 

 

Aku takut, engkaulah yang dimaksud oleh Nabi Muhammad -shallallahu alaihi wasallam- di dalam haditsnya: 

 

رغم أنفه ثم رغم أنفه ثم رغم أنفه قيل من يا رسول الله قال من أدرك والديه عند الكبر أحدهما أو كليهما ثم لم يدخل الجنة (رواه مسلم)

 

  

Celakalah seseorang, celakalah seseorang, dan celakalah seseorang! Ada yang bertanya: Siapakah dia wahai Rasulullah? Beliau menjawab: Dialah orang yang mendapati orang tuanya saat tua, salah satu darinya atau keduanya, akan tetapi tidak membuat dia masuk surga. (HR. Muslim 2551) 

 

Celakalah seorang anak, jika ia mendapatkan kedua orang tuanya, hidup bersamanya, berteman dengannya, melihat wajahnya, akan tetapi tidak memasukkan dia ke surga. 

 

Anakku… 

 

Aku tidak akan angkat keluhan ini ke langit, karena jika seandainya keluhan ini telah membumbung menembus awan, melewati pintu-pintu langit, maka akan menimpamu kebinasaan dan kesengsaraan, yang tidak ada obatnya dan tidak ada tabib yang dapat menyembuhkannya… 

Aku tidak akan melakukannya wahai anakku… tidak… bagaimana aku akan   melakukannya, sedangkan engkau adalah jantung hatiku…engkau adalah buah hatiku... bagaimana ibu ini kuat mengadahkan tangannya ke langit, sedangkan engkau adalah pelipur lara hatiku… 

bagaimana ibu tega melihatmu merana terkena doa mustajab, padahal engkau bagiku adalah kebahagiaan hidupku… 

 

Bangunlah nak…  bangunlah… bangkitlah nak… bangkitlah… uban-uban sudah mulai merambat di kepalamu. Akan berlalu masa, sehingga engkau akan menjadi tua pula. 

 

الجزاء من جنس العمل

 

Sebagaimana engkau akan berbuat, seperti itu pula orang akan berbuat kepadamu. 

 

الجزاء من جنس العمل

 

Ganjaran itu sesuai dengan amal yang engkau telah tanamkan. Engkau akan memetik sesuai dengan apa yang engkau tanam. 

 

Aku tidak ingin engkau menulis surat ini… aku tidak ingin engkau menulis surat yang sama, dengan air matamu kepada anak-anakmu, sebagaimana aku telah menulisnya kepadamu. 

 

Wahai anakku… 

Bertakwalah kepada Allah… takutlah engkau kepada Allah… berbaktilah kepada ibumu… basuhlah air matanya, balurlah kesedihannya… kencangkan tulang ringkihnya… dan kokohkan badannya yang telah lapuk…

 

Anakku… 

Setelah engkau membaca surat ini, terserah padamu. Apakah engkau sadar dan engkau akan kembali, atau engkau akan merobeknya. 

 

Wa shallallahu ala nabiyyina muhammadin wa ala alihi wa shohbihi wa sallam. 

 

Dari Ibumu yang merana. 

 

***

 

Silahkan unduh audio ceramah (yg ditranskip untuk artikel di atas) bersama Ustadz Armen Halim Naro rohimahulloh, 

"Curahan Hati Seorang Ibu"���

 

***

 

Dishare Ustadz Ferry Nasution hafidzahullah tanggal 24 Dzulqo'dah 1435 / 19 September 2014

 


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

1 Kali Celupan Ke Dalam Surga Dan Neraka
1 Kali Celupan Ke Dalam Surga Dan Neraka
Ustadz Ferry Nasution - 6 years ago
Syarat Seseorang Dikatakan Sholeh/Sholehah
Syarat Seseorang Dikatakan Sholeh/Sholehah
Ustadz Ferry Nasution - 4 years ago
Jangan Engkau Sakiti Kedua Orangtuamu
Jangan Engkau Sakiti Kedua Orangtuamu
Ustadz Ferry Nasution - 6 years ago
Buatlah Kedua Orang Tuamu Bahagia
Buatlah Kedua Orang Tuamu Bahagia
Ustadz Ferry Nasution - 6 years ago
Sebuah Untaian Doa Di Pagi Hari ..
Sebuah Untaian Doa Di Pagi Hari ..
Ustadz Ferry Nasution - 6 years ago
Sayangi Buah Hatimu
Sayangi Buah Hatimu
Ustadz Ferry Nasution - 6 years ago
Tausyiah Ramadhan (1)
Tausyiah Ramadhan (1)
Ustadz Ferry Nasution - 6 years ago
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com