SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Syirik Kecil

Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 7 years ago

Syirik Kecil

 

Syirik Kecil, Riya

 

إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمُ الشِّرْكُ الأَصْغَرُ، قَالُوا: وَمَا الشِّرْكُ الأَصْغَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: “الرِّيَاءُ يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِذَا جُزِى النَّاسُ بِأَعْمَالِهِمُ، اذْهَبُوا إِلَى الَّذِينَ كُنْتُمْ تُرَاءُونَ فِى الدُّنْيَا، فَانْظُرُوا هَلْ تَجِدُونَ عِنْدَهُمْ جَزَاءً.

“Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kamu adalah syirik kecil”. Para sahabat bertanya, “Apa itu syirik kecil wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Riya’, kelak di hari kiamat ketika amalan manusia diberi balasan, Allah ‘Azza wa Jalla akan mengatakan kepada mereka (yang berbuat riya’’), “Pergilah kepada orang yang kamu harapkan pujiannya sewaktu di dunia dan lihatlah apakah kamu mendapati pahala dari mereka?” (HR Ahmad).[1]

Sesungguhnya riya’ adalah penyakit yang sangat berbahaya yang berasal dari kurangnya ketauhidan hamba kepada Allah Ta’ala, di antara bahaya riya’ adalah:

Riya’ membatalkan amalan seorang hamba, Allah Ta’ala berfirman,

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَ تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُم بِالْمَنِّ وَاْلأَذَىكَالَّذِي يُنفِقُ مَالَهُ رِئَآءَ النَّاسِ وَلاَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلأَخِرِ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ فَتَرَكَهُ صَلْدًا لاَّ يَقْدِرُونَ عَلَى شَىْءٍ مِّمَّا كَسَبُوا وَاللهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya’ kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 264)

 

Riya’ adalah sifat orang munafik sebagaimana firman Allah Ta’ala,

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَاقَامُوا إِلَى الصَّلاَةِ قَامُوا كُسَالَى يُرَآءُونَ النَّاسَ وَلاَيَذْكُرُونَ اللهَ إِلاَّ قَلِيلاً

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah dan Allah akan membalas tipuan mereka, dan apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malasnya, mereka riya’ kepada manusia dan tidak mengingat Allah kecuali sedikit saja”. (An Nisaa : 142)

 

Pelaku riya’ adalah yang pertama kali dilemparkan ke dalam api Neraka

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ أَوَّلَ النَّاسِ يُقْضَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَيْهِ رَجُلٌ اسْتُشْهِدَ فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا قَالَ فَمَا عَمِلْتَ فِيهَا قَالَ قَاتَلْتُ فِيكَ حَتَّى اسْتُشْهِدْتُ قَالَ كَذَبْتَ وَلَكِنَّكَ قَاتَلْتَ لِأَنْ يُقَالَ جَرِيءٌ فَقَدْ قِيلَ ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ حَتَّى أُلْقِيَ فِي النَّارِ وَرَجُلٌ تَعَلَّمَ الْعِلْمَ وَعَلَّمَهُ وَقَرَأَ الْقُرْآنَ فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا قَالَ فَمَا عَمِلْتَ فِيهَا قَالَ تَعَلَّمْتُ الْعِلْمَ وَعَلَّمْتُهُ وَقَرَأْتُ فِيكَ الْقُرْآنَ قَالَ كَذَبْتَ وَلَكِنَّكَ تَعَلَّمْتَ الْعِلْمَ لِيُقَالَ عَالِمٌ وَقَرَأْتَ الْقُرْآنَ لِيُقَالَ هُوَ قَارِئٌ فَقَدْ قِيلَ ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ حَتَّى أُلْقِيَ فِي النَّارِ وَرَجُلٌ وَسَّعَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَأَعْطَاهُ مِنْ أَصْنَافِ الْمَالِ كُلِّهِ فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا قَالَ فَمَا عَمِلْتَ فِيهَا قَالَ مَا تَرَكْتُ مِنْ سَبِيلٍ تُحِبُّ أَنْ يُنْفَقَ فِيهَا إِلَّا أَنْفَقْتُ فِيهَا لَكَ قَالَ كَذَبْتَ وَلَكِنَّكَ فَعَلْتَ لِيُقَالَ هُوَ جَوَادٌ فَقَدْ قِيلَ ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ ثُمَّ أُلْقِيَ فِي النَّارِ.

“Sesungguhnya orang yang pertama kali diadzab pada hari kiamat adalah orang yang mati syahid, lalu ia didatangkan menghadap Allah Subhanahu wa Ta’ala, Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan nikmat-Nya kepadanya dan ia pun mengakuinya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Apa yang engkau amalkan dengan nikmat tersebut?” Ia menjawab, “Aku berperang di jalan-Mu sampai aku mati syahid.” Allah berfirman, “Kamu dusta, akan tetapi kamu berperang agar disebut pemberani dan kamu telah disebut demikian.” Lalu orang itu diperintahkan agar diseret pada wajahnya sampai dilemparkan ke dalam api Neraka. Dan orang yang (kedua) mempelajari ilmu dan mengajarkannya serta membaca Alquran, ia didatangkan menghadap Allah Subhanahu wa Ta’ala, lalu Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkakan nikmat-Nya kepadanya dan ia pun mengakuinya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Apa yang engkau amalkan dengan nikmat tersbebut?” Ia menjawab, “Aku mempelajari ilmu dan membaca Alquran karena Engkau.” Allah berfirman, “Kamu dusta, akan tetapi kamu mempelajari ilmu agar disebut ulama dan membaca Alquran agar disebut qori dan kamu telah disebut demikian.” Lalu orang itu diperintahkan agar diseret pada wajahnya sampai dilemparkan ke dalam api Neraka. Dan orang yang (ketiga) Allah Subahanahu wa Ta’ala luaskan rezekinya dan diberi segala macam harta lalu ia didatangkan menghadap Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan nikmat-Nya kepadanya dan ia pun mengakuinya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Apa yang engkau amalkan dengannya?” Ia menjawab, “Tidak ada satupun jalan yang Engkau sukai untuk diinfakkan pada jalan tersebut, kecuali aku telah menginfakkannya karena Engkau.” Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Kamu dusta, akan tetapi kamu berbuat demikian agar disebut dermawan dan kamu telah disebut demikian.” Lalu orang itu diperintahkan agar diseret pada wajahnya sampai dilemparkan ke dalam api Neraka.” (HR Muslim).[2]

Allah Subhanahu wa Ta’ala berlepas diri dari pelaku riya’

Dalam hadis qudsi Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنْ الشِّرْكِ مَنْ عَمِلَ عَمَلًا أَشْرَكَ فِيهِ مَعِي غَيْرِي تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ

“Aku paling tidak membutuhkan sekutu, barang siapa yang mempersekutukan-Ku dengan yang lain, Aku akan tinggalkan ia dan kesyirikannya.” (HR Muslim).[3]

 

Lebih ditakutkan dari Al-Masih Dajjal.

Abu Sa’id Al-Khudri radhiallahu’anhu berkata,

خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ نَتَذَاكَرُ الْمَسِيحَ الدَّجَّالَ فَقَالَ أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِمَا هُوَ أَخْوَفُ عَلَيْكُمْ عِنْدِي مِنْ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ قَالَ قُلْنَا بَلَى فَقَالَ الشِّرْكُ الْخَفِيُّ أَنْ يَقُومَ الرَّجُلُ يُصَلِّي فَيُزَيِّنُ صَلَاتَهُ لِمَا يَرَى مِنْ نَظَرِ رَجُلٍ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menemui kami, pada saat itu kami sedang memperbincangkan Al-Masih Dajjal, beliau bersabda, “Maukah aku kabarkan kepadamu yang lebih aku takutkan untuk menimpamu dari Al-Masih Dajjal?” kami menjawab, “Mau.” Beliau bersabda, “Syirik kecil yaitu seseorang berdiri shalat lalu ia memperbagus shalatnya karena ada orang yang memperhatikannya.” (HR Ibnu majah).[4]

________________________________________________________

[1] Dalam musnadnya no 23680 dan dishahihkan oleh Syaikh Al Bani dalam shahih Targhib no 32.
[2] Muslim 3/1513 no 1905.
[3] Muslim no 2985.
[4] Ibnu Majah no 4204 dan dihasankan oleh Syaikh Al Bani dalam shahih Targhib wattarhib no 30.

 


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Ilmu Dan Kasih Sayang
Ilmu Dan Kasih Sayang
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 4 years ago
Iman dimasuki sesuatu
Iman dimasuki sesuatu
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 7 years ago
Gibah Terselubung
Gibah Terselubung
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 6 years ago
Kajian Kitab Hadits Shahih Targhib wa Tarhib: Kitab Ilmu
Kajian Kitab Hadits Shahih Targhib wa Tarhib: Kitab Ilmu
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 5 years ago
Di Bawah Naungan Sedekah
Di Bawah Naungan Sedekah
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 5 years ago
Tahdzir ??
Tahdzir ??
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 2 years ago
Diantara Nasehat Ali bin Hasan As Sulami
Diantara Nasehat Ali bin Hasan As Sulami
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 5 years ago
Nabi Ibrahim Alaihissalam
Nabi Ibrahim Alaihissalam
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 5 years ago
Zuhud
Zuhud
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 7 years ago
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com