SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Penilaian Ibnul Jauzi Tentang Para Masyayikh dan Pengaruhnya

3 years ago

Penilaian Ibnul Jauzi Tentang Para Masyayikh dan Pengaruhnya

Mutiara Perkataan Ibnul Jauzi -rahimahullah-

 

Oleh: Ustadz Abu Fairuz, MA hafidzahullah

(Radio Hang Batam)

 

Berkata Ibnul Jauzi -rahimahullah- dalam catatan harian beliau ”Shaidul Khatir” hlm. 138:

 

“Aku banyak menemui para masyayikh ; kondisi dan derajat mereka bertingkat-tingkat dalam menyikapi ilmu. Adalah yang paling bermanfaat bagiku dalam menimba ilmu yaitu orang yang mengamalkan ilmunya dari mereka, walaupun terkadang yang lain lebih berilmu darinya.

 

Aku menemui sejumlah ahli hadits yang mereka memiliki hafalan dan pengetahuan; namun yang memprihatinkan bahwa mereka terlihat begitu toleran dalam membolehkan ghibah dengan alasan dalam rangka menegakkan ilmu “jarh wa ta’dil” dan mereka terbiasa mengambil upah dalam membacakan hadits, dan tergesa-gesa menjawab pertanyaan agar tidak kehilangan wibawanya, sekalipun jawabannya adalah keliru!.

 

Aku pernah berjumpa degan Abdul Wahhab al-Anmathi; aku melihat dia begitu tegarnya diatas prinsip salaf, tidak pernah terdengar di majlisnya ada ghibah, dan tidak pula dia meminta upah ketika memperdengarkan hadits, dan terkadang aku membacakan di hadapannya hadits-hadits “raqaiq” (yang melembutkan hati) kulihat dia menangis berkepanjangan!!!.

 

Maka tangisannya itu -meskipun ketika itu aku masih kecil- senantiasa teringat dalam lubuk hatiku berperan untuk membentuk kepribadianku. Sifat yang ada pada beliau-beliau benar mengikuti jejak para masyayikh yang senantiasa kami dengar dinukil dalam buku-buku.

 

Aku juga pernah bertemu dengan Abu Mansur Al-Jawaliqi; beliau adalah sosok yang senantiasa terlihat diam, benar-benar berhati-hati dalam berkata-kata, beliau adalah pribadi yang memiliki ilmu yang dalam, muhaqqiq, dan terkadang jika ditanyakan padanya permasalahan -yang terlihat sepele bagi para murid-muridnya- namun beliau berhenti untuk menjawab hingga benar-benar yakin dengan kebenaran jawabannya, beliau juga sosok yang senantiasa menjaga puasa dan diam.

 

Kedua sosok ini begitu besar pengaruh dan manfaatnya bagi diriku melebihi para masyayikh yang lainnya, maka akupun paham dari mereka bahwa dalil (mengajarkan sesuatu) dengan praktek lebih berkesan untuk membimbing seseorang daripada sekedar dalil yang disampaikan dengan perkataaan…

 

Maka hendaklah kita takut kepada Allah dan berupaya mengamalkan ilmu, sebab hal itu adalah dasar yang terbesar, sebaliknya orang yang paling merugi adalah orang yang habis umurnya dalam belajar ilmu yang tidak pernah dia amalkan, iapun terluput dari mereguk kenikmatan dunia, dan kebaikan di akhirat, dan datang pada hari akhirat dalam keadaan bangkrut dan dahsyatnya ilmu yang akan menghujatnya”.

 

Batam, Rabu, REPOST: 26 Desember 2012 / 13 Safar 1434 


Silakan login untuk menulis komentar.
© 2017 - Www.SalamDakwah.Com