SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Penolakan Nashoro & Musyrikin Terhadap Nabi Sbg Utusan Allah

Ustadz Abdulloh Zein. Lc - 5 years ago

Penolakan Nashoro & Musyrikin Terhadap Nabi Sbg Utusan Allah

Disampaikan Oleh: Ustadz Abdullah Zaen, MA hafidzahullah

 

Allah Ta'ala berfirman :

 

As-Saff : 6

 

وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يٰبَنِىٓ إِسْرٰٓءِيلَ إِنِّى رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُم مُّصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَىَّ مِنَ التَّوْرٰىةِ وَمُبَشِّرًۢا بِرَسُولٍ يَأْتِى مِنۢ بَعْدِى اسْمُهُۥٓ أَحْمَدُ ۖ فَلَمَّا جَآءَهُم بِالْبَيِّنٰتِ قَالُوا هٰذَا سِحْرٌ مُّبِينٌ

 

Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)". 

Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: 

"Ini adalah sihir yang nyata".

 

Bukti bahwa Nabi Isa sudah menyebutkan bahwa Nabi terakhir adalah Nabi Muhammad. Dan disiapkanlah kaum Nashoro untuk menerimanya, namun mereka tidak menyangka bahwa Nabi bukan berasal dari bangsa yang kuat saat itu yaitu Romawi melainkan dari bangsa Arab yang mereka pandang sebelah mata, yang mereka pandang bodoh.

 

Dalam firman Allah yang lain disebutkan :

 

Al-Baqarah : 89

 

وَلَمَّا جَآءَهُمْ كِتٰبٌ مِّنْ عِندِ اللَّهِ مُصَدِّقٌ لِّمَا مَعَهُمْ وَكَانُوا مِن قَبْلُ يَسْتَفْتِحُونَ عَلَى الَّذِينَ كَفَرُوا فَلَمَّا جَآءَهُم مَّا عَرَفُوا كَفَرُوا بِهِۦ ۚ فَلَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الْكٰفِرِينَ

 

Dan setelah datang kepada mereka Al Quran dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka laknat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu.

 

Al-Baqarah : 90

 

بِئْسَمَا اشْتَرَوْا بِهِۦٓ أَنفُسَهُمْ أَن يَكْفُرُوا بِمَآ أَنزَلَ اللَّهُ بَغْيًا أَن يُنَزِّلَ اللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ عَلٰى مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ ۖ فَبَآءُو بِغَضَبٍ عَلٰى غَضَبٍ ۚ وَلِلْكٰفِرِينَ عَذَابٌ مُّهِينٌ

 

Alangkah buruknya (hasil perbuatan) mereka yang menjual dirinya sendiri dengan kekafiran kepada apa yang telah diturunkan Allah, karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya. Karena itu mereka mendapat murka sesudah (mendapat) kemurkaan. Dan untuk orang-orang kafir siksaan yang menghinakan.

 

Orang Arab dipandang sebelah mata oleh mereka, mereka gengsi untuk menerima dan mengikuti kebenaran yang bukan berasal dari mereka.

 

Maka berhati-hatilah jika hati kita tidak bisa menerima kebenaran hanya karena orang yang menyampaikannya dianggap lebih bodoh maka itulah kesombongan. Padahal belum tentu yang lebih tua lebih berilmu. 

Kalau sudah menggunakan kata "Pokoke.." itulah bukti gengsi menerima kebenaran.

 

Orang-orang musyrikin juga sama, 

mereka juga sebelumnya sangat mengagumi Nabi صلى الله عليه وسلم, sampai memberi Nabi gelar ashodiq amin, yang jujur dan dapat dipercaya. Mereka sering menitipkan barang kepada Nabi ketika harus bepergian lama. Namun ketika Nabi diutus sebagai utusan Allah, mereka langsung menggelari Nabi pendusta. 

Seperti firman Allah disebutkan dalam surat :

 

Sad : 4

 

وَعَجِبُوٓا أَن جَآءَهُم مُّنذِرٌ مِّنْهُمْ ۖ وَقَالَ الْكٰفِرُونَ هٰذَا سٰحِرٌ كَذَّابٌ

 

Dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan (rasul) dari kalangan mereka; dan orang-orang kafir berkata: "Ini adalah seorang ahli sihir yang banyak berdusta".

 

Sad : 5

 

أَجَعَلَ الْءَالِهَةَ إِلٰهًا وٰحِدًا ۖ إِنَّ هٰذَا لَشَىْءٌ عُجَابٌ

 

Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan Yang Satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan.

 

Itulah protes dari mereka yang mengingkari kebenaran, hanya karena iri dengki dan gengsi kepada pembawa kebenaran yang bukan berasal dari kalangan mereka, maka mereka dengan segera menolak kebenaran tsb meskipun sebelumnya mereka sudah menyiapkan diri untuk menerima.

 

(Faedah kajian ilmiah dari Ustadz Abdullah Zaen, MA hafidzahullah di Purbalingga)


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Renungan (Umur)
Renungan (Umur)
Redaksi SalamDakwah - 5 years ago
Alim dan Jahil
Alim dan Jahil
Ustadz Kurnaedi Lc - 3 years ago
Kisah Tikus Mencuri Emas
Kisah Tikus Mencuri Emas
Ustadz Fadlan Fahamsyah. LC, MHI - 2 years ago
Strategi Iblis Dalam Menyesatkan Manusia Dengan Indra Lisan
Strategi Iblis Dalam Menyesatkan Manusia Dengan Indra Lisan
Ustadz DR. Muhammad Nur Ihsan - 2 years ago
Singkirkanlah Dari Dirimu Sifat-Sifat Buruk
Singkirkanlah Dari Dirimu Sifat-Sifat Buruk
Ustadz Nuruddin Abu Faynan. Lc - 3 years ago
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com