SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Lapang Dada dan Sebab-Sebabnya

Ustadz Fuad Baraba Lc - 5 years ago

Lapang Dada dan Sebab-Sebabnya

Oleh: Ustadz Fuad Hamzah Baraba', Lc hafidzahullah

 

Ikhwan fillah…

 

Ketahuilah, bahwa lapang dada adalah satu kondisi yang menjadikan sesorang mampu melaksanakan keta’atan kepada Allah Ta’ala dengan semaksimal mungkin. Dia mampu mendidik anak-anaknya dan memberikan perhatian untuk kemaslahatan mereka. Juga dengan lapang dada seseorang bisa melaksanakan berbagai macam tugas kewajibannya, baik kecil maupun besar.

 

Lapang dada merupakan karunia pemberian Allah Ta’ala, perhatikanlah doa dan permohonan Nabi Musa ‘alaihis salam tatkala Allah Ta’ala memerintahkannya untuk melasanakan tugas yang begitu berat; yaitu mendatngi Fir’aun yang sudah melampaui batas,

 

اذهب إلى فرعون إنه طغى

 

“Pergilah kamu kepada Fir’aun, karena dia telah berbuat melampui batas“. (QS. Thaha:24).

 

Suatu tugas yang sangat berat, dan besar, tatkala Allah Ta’ala perintahkan hal itu dia berkata,

 

رب اشرح لي صدري ويسر لي أمري

 

“Berkata Musa: “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku“. (QS. Thaha:25-26).

 

Dan tidak diragukan lagi bahwa lapangnya dada merupakan karunia Allah Ta’ala dan taufik dari-Nya, dengan mengusahakan sebab-sebabnya. Diantara sebab-sebab agar dada menjadi lapang:

 

1. Mentauhidkan Allah Ta’ala dan mengikhlaskan agama bagi-Nya, menujukan ibadah hanya kepada-Nya, dan menjauhi kesyirikan baik kecil maupun besar.

2. Cahaya keimanan yang Allah berikan pada hati seorang hamba.

3. Ilmu yang bermanfaat yang bersumber dari al-Quran dan sunnah Nabi صلى الله عليه و سلم.

4. Inabah (kembali) kepada Allah Ta’ala dan cinta kepada-Nya, serta mendahulukan cinta kepada Allah dari pada cinta kepada selain-Nya.

5. Konsisten dan terus-menerus dalam dzikir kepada Allah Ta’ala dan memberikan perhatian yang besar dalam hal itu.

6. Berbuat baik kepada semua makhluk, sesuai dengan kemampuannya, baik dalam bentuk harta, pertolongan, kedudukan dll.

7. Keberanian dan kuatnya hati (tidak pengecut).

8. Menghilangkan kedengkian (penyakit hati).

9. Meninggalkan fudhul (berlebih-lebihan), baik ucapan, pandangan mata, pendengaran, ataupun makanan.

10. Baik dalam ittiba‘ (mengikuti) Nabi صلى الله عليه و سلم.

 

(Disarikan dari kajian Syekh Prof. Dr. Abdurrazak bin Abdul Muhsin al-Badr)

 

 

Artikel Muslim.or.id

13 Syawal 1435 / 9 Agustus 2014

 

Dishare Ustadz Fuad Hamzah Baraba', Lc hafidzahullah tanggal 3 Dzulqo'dah 1435 / 29 Agustus 2014


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Berlindung Kepada Allah Ketika Melihat Bulan
Berlindung Kepada Allah Ketika Melihat Bulan
Ustadz Fuad Baraba Lc - 4 years ago
Istihadhoh
Istihadhoh
Ustadz Fuad Baraba Lc - 6 years ago
Renungan 10 Hari Terakhir Di Bulan Ramadhan
Renungan 10 Hari Terakhir Di Bulan Ramadhan
Ustadz Fuad Baraba Lc - 4 years ago
Harapan dan Cita-Cita Dalam Berumah Tangga
Harapan dan Cita-Cita Dalam Berumah Tangga
Ustadz Fuad Baraba Lc - 4 years ago
Dada Yang Lapang
Dada Yang Lapang
5 years ago
Emansipasi Wanita, Adakah???
Emansipasi Wanita, Adakah???
Ustadz Fuad Baraba Lc - 5 years ago
Doa Pelebur Dosa
Doa Pelebur Dosa
Ustadz Fuad Baraba Lc - 6 years ago
Apakah Jeddah Sebagai Miqat Untuk Memulai Ihram ?
Apakah Jeddah Sebagai Miqat Untuk Memulai Ihram ?
Ustadz Fuad Baraba Lc - 3 years ago
Jangan Membangunkan Seseorang Dari Tempat Duduknya
Jangan Membangunkan Seseorang Dari Tempat Duduknya
Ustadz Fuad Baraba Lc - 4 years ago
Hari-Hari Makan dan Minum
Hari-Hari Makan dan Minum
Ustadz Fuad Baraba Lc - 4 years ago
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com