SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Menikmati Nikmat Lupa

Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 4 years ago

Menikmati Nikmat Lupa

Apakah Anda sewaktu-waktu merasa bahwa lupa adalah sebuah nikmat besar yang diberikan Allah Ta’ala kepada manusia?! Sekiranya Allah tidak menurunkan kepada kita nikmat semacam ini, niscaya kehidupan kita berubah menjadi neraka yang tidak tertandingi.

 

Karena seorang manusia pada saat lupa, ia lupa akan kejadian-kejadian yang memilukan atau musibah-musibah yang menakutkan. Jika hal itu tidak terjadi, ia pasti akan selalu tersiksa, dan tidak akan mampu menebusnya.

 

Banyak orang tidak memandang nikmat ini, tidak menghargai nilai yang terkandung di dalamnya, bahkan mereka selalu mengingatkan dirinya dengan berbagai kesedihan, musibah-musibah atau kesulitan. Ada sebagian suami yang terus-menerus mengingat kejelekan-kejelekan isterinya dan ia tidak melupakannya. Karena itu, ia selalu mengingatnya. Jika isterinya melakukan kesalahan sebagaimana yang pernah dialaminya, ia mengatakan padanya, “Bukankah kamu telah melakukan hal yang demikian pada hari demikian.” Ia terus menghitung-hitung kejelekannya, dan dengan semua ini berarti ia sedang mengumpulkan kesulitan seluruhnya.

 

Sesungguhnya Islam yang agung telah mengajarkan kepada kita untuk melupakan kejelekan dari ikhwan-ikhwan kita kaum Muslimin, terlebih lagi dari isteri-isteri kita, dan mengajarkan kepada kita untuk menolak musuh-musuh kita dengan cara yang lebih baik, terlebih lagi kepada orang-orang yang kita cintai. Allah subhanahu wata’ala berfirman,

 

(Artinya) ”Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.” (Fushshilat: 34)

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengalami sebagian kesulitan dari sebagian isteri-isterinya, sebagai akibat kecemburuan mereka, namun beliau dapat memikulnya dan tetap memberikan kasih sayangnya kepada mereka. Beliau tidak menghukum mereka terhadap kesalahan yang kecil dan yang besar, bahkan beliau memaafkan dan menghapuskannya. Inilah akhlak seorang suami yang shalih.

 

Artikel Klikuk.com

Dishare Ustadz Kholid Syamhudi, Lc hafidzahullah tanggal 2 Dzulqo'dah 1435 / 28 Agustus 2014


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Kisah Cinta Mereka Berakhir di Negeri Wahabi, di Musim Haji
Kisah Cinta Mereka Berakhir di Negeri Wahabi, di Musim Haji
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 4 years ago
Malam Ganjil di 10 Malam Akhir Ramadhan Jatuh Malam Jumat
Malam Ganjil di 10 Malam Akhir Ramadhan Jatuh Malam Jumat
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 5 years ago
Dzikir Kunci Kebaikan
Dzikir Kunci Kebaikan
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 7 years ago
Kita dan al-Quran
Kita dan al-Quran
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 6 years ago
Amalan dan Hukum Sekitar Ramadhan Seri 1
Amalan dan Hukum Sekitar Ramadhan Seri 1
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 7 years ago
Ilmu Kebutuhan Primer
Ilmu Kebutuhan Primer
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 6 years ago
Adab Tidur dan Bangun Dari Tidur
Adab Tidur dan Bangun Dari Tidur
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 4 years ago
17 Amalan Pengahapus Dosa
17 Amalan Pengahapus Dosa
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 7 years ago
Hukum Membaca Al-Quran Bagi Wanita Haidh dan Nifas
Hukum Membaca Al-Quran Bagi Wanita Haidh dan Nifas
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 7 years ago
Kesempatan Berubah dibulan Ramadhan!
Kesempatan Berubah dibulan Ramadhan!
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 7 years ago
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com