SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Hukum Pala

Redaksi SalamDakwah - 7 years ago

Hukum Pala

Ringkasan tentang hukum PALA: 

1. Biji pala merupakan sesuatu yang memabukkan, sebagaimana ditegaskan oleh banyak ulama. 

Adapun buahnya, maka tidak tergolong memabukkan, sebagaimana dibuktikan dengan percobaan, wallohu a'lam.

2. Memakan biji pala secara terpisah diharamkan, walaupun sedikit, karena dia memabukkan ketika dimakan dalam takaran banyak. 

Nabi -shollalohu alaihi wasallam- telah bersabda: "Sesuatu yang banyaknya memabukkan, maka sedikitnya juga diharamkan".

3. Menjadikan biji pala sebagai bumbu masakan dan penyedap rasa, bila kadarnya sedikit dan tidak sampai memabukkan, maka dibolehkan, karena sifat memabukkan yang menjadi 'illat haramnya' telah hilang, dan hukum itu berputar bersama illatnya, sehingga ketika 'illat haramnya' hilang, maka 'hukum haramnya' pun hilang.

4. Diantara ulama yang memilih pendapat ini: Ibnu Farohun Almaliki, Arromli Asy Syafii, Syaik Albani, Syaik Ali hasan Alhalabi, Syaikh Kholid Muslih, Syaikh Sulaiman Almajid, Syaikh Wahbah Azzuhaili, dll. 

5. Mungkin ada yang bertanya: Mengapa ketika dimakan secara terpisah; haram, walaupun sedikit dan tidak sampai memabukkan, tapi ketika dicampur dengan bahan lain yang banyak menjadi halal.

Karena ketika dikonsumsi secara terpisah; hakekatnya tetap ada dan belum berubah, meski hanya sedikit. Adapun ketika dicampurkan dengan yang lain yang jumlahnya banyak, maka hakekatnya seakan hilang, tanpa menyisakan efek buruk yang menjadikannya diharamkan.

 Ketika segelas khomr menjadikan seseorang mabuk, maka meminum setetes darinya pun haram,karena statusnya dia masih minum khomr, meski hanya sedikit.

Tapi ketika setetes itu dipakai untuk campuran obat batuk, misalnya yang jumlahnya sangat banyak hingga sifat memabukkan setetes khomr tadi hilang, maka setetes khomr tadi dianggap hilang, dan obat batuknya tetap halal.

6. Adakah contoh yang lain?

Banyak sekali contoh-contoh dalam masalah ini, misalnya:

a. Bahan pengawet dalam sebuah makanan, bila dimakan terpisah akan mematikan dan diharamkan, tapi ketika dicampur dalam sebuah makanan sebagai bahan pengawet dan pengaruh mematikannya dianggap hilang, maka dibolehkan.

b. Bahan Flouride, jika dimakan terpisah akan mematikan, tapi bila telah dicampur dalam minuman dalam kadar yang sangat sedikit, sehingga pengaruh mematikannya seakan tidak ada, maka air itu tetap halal diminum.

c. Alkohol diharamkan, tapi alkohol yang dikandung tape dan makanan lainnya yang kadarnya sedikit dan efek memabukkanya hilang; halal dimakan.

d. Kafein diharamkan, tapi kafein yang dikandung oleh kopi dan minuman lainnya yang kadarnya sedikit dan efek negatifnya dianggap hilang, maka dibolehkan.

e. Begitu pula banyak zat kimia-kimia yang dicampurkan dalam makanan, banyak yang jika dikonsumsi secara terpisah diharamkan karena efek buruknya, tapi ketika dicampurkan dalam sebuah makanan menjadi boleh,karena kadarnya yang sangat sedikit dan efek buruknya dianggap hilang.

f. Sumur budho'ah di zaman Nabi -shollalohu alaihi wasalam- tetap dipakai airnya dan dianggap suci oleh Nabi -shollalohu alaihi wasallam- dan para sahabatnya, walaupun banyak kotoran dan najis dimasukkan ke dalamnya.

g. Air laut dan sungai, tetap dihukumi suci, walaupun banyak bangkai dan kotoran dilemparkan kepadanya.

7. Namun, terlepas dari itu semua, tetap saja lebih baik meninggalkan penggunaan biji PALA sama sekali, karena itu lebih selamat dan bisa mengeluarkan seseorang dari khilaf yang ada dalam masalah ini.

Harus dibedakan antara masalah FATWA dan TAQWA... Dalam berfatwa kita melihat masalah berdasarkan dalilnya.

Adapun dalam perakteknya, bisa jadi kita meninggalkan sesuatu yang mubah, karena dorongan ketakwaan kita, wallohu ta'ala a'lam.

 

Dishare Ustadz Musyaffa Ad Dariny, MA hafidzahullah tanggal 27 Syawal 1435H / 23 Agustus 2014


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Iran (Syiah) Kabut Gelap Bagi Bangsa Arab dan Islam
Iran (Syiah) Kabut Gelap Bagi Bangsa Arab dan Islam
Ustadz Fadlan Fahamsyah. LC, MHI - 5 years ago
Tatkala Kabar Itu Datang...
Tatkala Kabar Itu Datang...
Ustadz Fadlan Fahamsyah. LC, MHI - 5 years ago
Sudah Bersedekah Untuk Tulang Kita Hari Ini ?
Sudah Bersedekah Untuk Tulang Kita Hari Ini ?
Ustadz Fachruddin Nu'man, Lc - 4 years ago
Jangan Menganggap Remeh Kebaikan Sedikitpun
Jangan Menganggap Remeh Kebaikan Sedikitpun
Ustadz Kurnaedi Lc - 5 years ago
Berbagi Ramadhan (17)
Berbagi Ramadhan (17)
Redaksi SalamDakwah - 7 years ago
Pesan Ulama: (Jika) Dikritik? Dicela?
Pesan Ulama: (Jika) Dikritik? Dicela?
Redaksi SalamDakwah - 7 years ago
© 2021 - Www.SalamDakwah.Com