SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Kesabaran Ikhtiyari (Pilihan) VS Idhtirori (Terpaksa)

Ustadz DR Firanda Andirja, MA - 5 years ago

Kesabaran Ikhtiyari (Pilihan) VS Idhtirori (Terpaksa)

Kesabaran ikhtiyari (pilihan) lebih utama daripada kesabaran idhtirori (terpaksa).

 

Karenanya kesabaran Nabi Yusuf 'alaihis salam tatkala dirayu oleh permaisuri raja lebih tinggi nilainya daripada tatkala kesabaran tatkala dilemparkan di dalam sumur, karena seseorang yang dirayu oleh seorang wanita jelita dihadapannya ada 2 pilihan, pilihan bermaksiat atau pilihan bersabar. Adapun seseorang yang terkena musibah maka ia harus terpaksa bersabar, tidak ada pilihan lain baginya kecuali bersabar. 

Ujian menghadapi rayuan permaisuri raja jauh lebih berat daripada ujian menunggu di dalam sumur.

 

Status di atas kami ambil dari perkataan Ibnu Taimiyyah dan Ibnul Qoyyim rahimahullah. 

Tentunya semakin berat ujian semakin besar pahala, kaidah dalam status di atas tentunya kaidah umum atau hukum asal, yaitu jika ditinjau dari jenis kesabaran akan tetapi pada bentuk-bentuk tertentu bisa jadi kesabaran idhtirori lebih besar dan tinggi nilainya jika memang ujiannya sangatlah berat. 

 

Contoh seseorang yang kehilangan istri dan seluruh anak-anaknya pada saat yang sama lantas ia bersabar tentu lebih tinggi nilainya daripada seseorang yang diberi pilihan untuk menundukan pandangannya atau melihat wajah seorang wanita yang cantik jelita yang tidak halal baginya.

 

Hal ini sebagaimana jenis bid'ah lebih buruk daripada jenis maksiat, karena pelaku bid'ah sulit diharapkan ia bertaubat karena ia merasa benar, akan tetapi hal ini tidaklah secara mutlak. Tentunya kemaksiatan seperti berzina lebih berat di sisi Allah daripada sebagian bid'ah ibadah seperti bid'ah sholat rogoib yang dianggap bid'ah oleh imam Nawawi. Wallahu A'lam

 

9 Syawal 1435H / 5 Agustus 2014


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Perceraian !!
Perceraian !!
Ustadz DR Firanda Andirja, MA - 3 years ago
Renungan Bunda Tentang Ayah
Renungan Bunda Tentang Ayah
Ustadz DR Firanda Andirja, MA - 6 years ago
Jangan Pernah Berharap Selamat Dari Ocehan
Jangan Pernah Berharap Selamat Dari Ocehan
Ustadz DR Firanda Andirja, MA - 1 year ago
Salah Sangka Tentang Persahabatan
Salah Sangka Tentang Persahabatan
Ustadz DR Firanda Andirja, MA - 5 years ago
Menceraikan Dunia
Menceraikan Dunia
Ustadz DR Firanda Andirja, MA - 5 years ago
Musuh Ikhlas dan Penghancurnya
Musuh Ikhlas dan Penghancurnya
Ustadz DR Firanda Andirja, MA - 5 years ago
Derajat Tinggi Bagi Yang Berhaji
Derajat Tinggi Bagi Yang Berhaji
Ustadz DR Firanda Andirja, MA - 5 years ago
Merindukan Pemimpin Umat
Merindukan Pemimpin Umat
Ustadz Fariq Gasim Anuz - 2 years ago
Kebahagiaan di Al-Quran, bukan di FB dan WA
Kebahagiaan di Al-Quran, bukan di FB dan WA
Ustadz DR Firanda Andirja, MA - 3 years ago
Tinggal Satu Pintu Surgaku Yang Masih Terbuka....
Tinggal Satu Pintu Surgaku Yang Masih Terbuka....
Ustadz DR Firanda Andirja, MA - 5 years ago
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com