SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Bagaimana Para Ulama Menyembunyikan Amalan Puasa Sunnah?

Redaksi SalamDakwah - 4 years ago

Bagaimana Para Ulama Menyembunyikan Amalan Puasa Sunnah?

Kalau puasa Ramadhan (puasa wajib) ditampakkan, sedangkan puasa sunnah sebaiknya sembunyikan rapat-rapat, termasuk puasa Syawal.

 

---

 

Para ulama seringkali MEMBATALKAN puasa sunnahnya karena khawatir orang-orang mengetahui kalau ia puasa. Jika Ibrohim bin Ad-ham diajak makan (padahal ia sedang puasa), ia pun ikut makan dan ia TIDAK mengatakan, “Maaf, saya sedang puasa”.

 

Itulah para ulama, begitu semangatnya mereka dalam menyembunyikan amalan puasanya.

 

Renungkan "Tanda Ikhlas: Berusaha Menyembunyikan Amalan"

http://rumaysho.com/aqidah/tanda-ikhlas-berusaha-menyembunyikan-amalan-656

 

---

 

Menyembunyikan amalan puasa sunnah.

 

Dalam rangka menyembunyikan amalan puasa sunnah, sebagian salaf senang berhias agar tidak nampak lemas atau lesu karena puasa. Mereka menganjurkan untuk menyisir rambut dan memakai minyak di rambut atau kulit di kala itu. Ibnu ‘Abbas mengatakan,

 

إِذَا كَانَ صَوْمُ أَحَدِكُمْ فَلْيُصْبِحْ دَهِينًا مُتَرَجِّلاً

 

“Jika salah seorang di antara kalian berpuasa, maka hendaklah ia memakai minyak-minyakan dan menyisir rambutnya.”

 

Daud bin Abi Hindi berpuasa selama 40 tahun dan tidak ada satupun orang, termasuk keluarganya yang mengetahuinya. Ia adalah seorang penjual sutera di pasar. Di pagi hari, ia keluar ke pasar sambil membawa sarapan pagi. Dan di tengah jalan menuju pasar, ia pun menyedekahkannya. Kemudian ia pun kembali ke rumahnya pada sore hari, sekaligus berbuka dan makan malam bersama keluarganya. Jadi orang-orang di pasar mengira bahwa ia telah sarapan di rumahnya. Sedangkan orang-orang yang berada di rumah mengira bahwa ia menunaikan sarapan di pasar. Masya Allah, luar biasa trik beliau dalam menyembunyikan amalan.

 

Begitu pula para ulama seringkali MEMBATALKAN puasa sunnahnya karena khawatir orang-orang mengetahui kalau ia puasa. Jika Ibrohim bin Ad-ham diajak makan (padahal ia sedang puasa), ia pun ikut makan dan ia TIDAK mengatakan, “Maaf, saya sedang puasa”. 

Itulah para ulama, begitu semangatnya mereka dalam menyembunyikan amalan puasanya.

 

---

 

Dishare Ulang Oleh: Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, M.Sc pada tanggal 

8 Syawal 1435H / 4 Agustus 2014


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Pelajaran Dari Kehidupan
Pelajaran Dari Kehidupan
Ustadz Fadlan Fahamsyah. LC, MHI - 2 years ago
Kebenaran Itu Tidak Boleh Dicari Dari Siapa Saja
Kebenaran Itu Tidak Boleh Dicari Dari Siapa Saja
Ustadz Fadlan Fahamsyah. LC, MHI - 2 years ago
Bahayanya Membuka Aib Saudaranya
Bahayanya Membuka Aib Saudaranya
Redaksi SalamDakwah - 5 years ago
Antara Gerhana Bulan dan Gerhana Hati
Antara Gerhana Bulan dan Gerhana Hati
Ustadz Abu Ubaidah As-Sidawi - 10 months ago
Amalan Bulan Shofar
Amalan Bulan Shofar
Ustadz Abu Ubaidah As-Sidawi - 1 year ago
Syair Tentang Kejahilan
Syair Tentang Kejahilan
Ustadz Yulian Purnama - 1 year ago
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com