SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Salah Kaprah Arti Idul Fitri: Kembali Suci

Redaksi SalamDakwah - 6 years ago

Salah Kaprah Arti Idul Fitri: Kembali Suci

KOREKSI

Salah Kaprah Dalam Memaknai Iedul Fithr 

 

Penulis: Al-Ustadz Aan Chandra Thalib hafidzahullah

 

Seringkali kita mendengar ungkapan iedul fitri diartikan dengan kembali pada kesucian. Apakah hal ini benar..?

 

Bila ditinjau dari sisi bahasa, 

tentunya arti ini keliru. 

Karena secara bahasa ied ( عيد ) bermakna sesuatu yang terus berulang. Dinamakan ied karena hari tersebut terus berulang setiap tahun. 

Adapun kata Al Fithr ( الفطر ) merupakan lawan kata dari As Shiyaam (الصيام) yang artinya berbuka. 

 

Jadi Iedul Fithr merupakan perayaan kembalinya kaum muslimin berbuka di siang hari setelah berpuasa sebulan penuh. 

 

Catatan:

Hari raya Iedul Fithr merupakan agenda terakhir dari seluruh rangkaian ibadah di bulan Ramadhan, dia bukanlah saat-saat berakhirnya peluang untuk mendulang kebaikan, tapi justru sebaliknya, idul fithri adalah saat awal memulai kehidupan baru dengan hati yang baru dan semangat yang baru pula.

 

Umar Bin Abdul Aziz -rahimahullah- berkata:

 

لَيْسَ الْعَيْدُ لِمَنْ لَبِسَ الْجَدِيْدَ إِنَّمَا الْعَيْدُ لِمَنْ خَافَ يَوْمَ الْوَعِيْدِ

 

Hari raya itu bukan untuk orang yang memakai pakaian baru

 

Akan tetapi hari raya adalah untuk orang yang takut terhadap hari pembalasan

 

Al Hasan -rahimahullah- mengatakan:

 

" كُلُّ يَوْمٍ لَا يُعْصَى اللهُ فِيْهِ فَهُوَ عَيْدٌ، وَكُلُّ يَوْمٍ يَقْطَعُهُ الْمُؤْمِنُ فِيْ طَاعَةِ مَوْلَاهُ وَذِكْرِهِ وَشُكْرِهِ فَهُوَ لَهُ عَيْدٌ "

 

“Setiap hari yang didalamnya tidak ada kedurhakaan kepada Allah Azza wa jalla maka hari itu adalah hari raya, dan setiap hari dimana seorang mukmin tetap berada dalam ketaatan Rabbnya baik dalam dzikir mengingat-Nya serta bersyukur kepada-Nya maka bagi dia hari itu adalah hari raya”. 

 

Inilah hakikat Idul Fitri yang sesungguhnya, bukan hanya sekedar kebali berbuka, tapi juga kembali meraih kemenangan dengan prestasi taqwa serta mempertahankan kemenangan dan taqwa tersebut di masa yang akan datang. Karena Rabb yang menyuruh kita beribadah di bulan Ramadhan, Dia jugalah yang menyuruh kita untuk beribadah di luar bulan Ramadhan. Al-Qur'an yang kita baca di bulan Ramadhan, itu jugalah yang baca di luar bulan Ramadhan. 

Semua sama, justru di luar bulan Ramadhanlah kita harus bersungguh-sungguh, karena amal-amal kita tidak dilipat gandakan sebagaima di bulan Ramadhan. 

 

Imam Ibnu Rajab Al Hanbaly menukil di dalam kitabnya lathooif al ma'arif:

 

"بئس القوم لا يعرفون ربهم إلا فى رمضان"

 

"Seburuk-buruk kaum adalah mereka yang tidak mengenal Rabb mereka melainkan di bulan Ramadhan saja"

 

Semoga Allah membimbing kita untuk menjadi hamba yang Rabbani dan bukan hamba yang Ramadhany. Hamba yang mengenal Allah sepanjang waktu dan bukan hamba yang hanya mengenal-Nya di bulan Ramadhan saja.

 

Taqabbalallahu minna wa minkum

 

__________________________________

Gorontalo, 2 Syawwal 1435H / 29 Juli 2014


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Perangai Ahli Surga
Perangai Ahli Surga
Redaksi SalamDakwah - 6 years ago
Di Perancis Dan Jerman, Di Negeri Non Muslim
Di Perancis Dan Jerman, Di Negeri Non Muslim
Redaksi SalamDakwah - 6 years ago
Wasiat Emas Syaikh Abdul Qadir Jailani Rahimahullah
Wasiat Emas Syaikh Abdul Qadir Jailani Rahimahullah
Ustadz Amir As-Soronji,Lc - 3 years ago
Istri Sholehah Adalah Sahabat Hidup
Istri Sholehah Adalah Sahabat Hidup
Ustadz Zainal Abidin. Lc - 4 years ago
Anak dan Ilmu Duniawi
Anak dan Ilmu Duniawi
Ustadz Abdullah Zein Lc MA - 5 years ago
Mari, Jangan Remehkan Kebaikan...
Mari, Jangan Remehkan Kebaikan...
Ustadz Abu Khaleed Resa Gunarsa,Lc - 3 years ago
Duhai Gadis, Bangunlah !
Duhai Gadis, Bangunlah !
Ustadzah Ummu Faynan,Lc - 3 years ago
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com