SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Memahami Al-Quran

Redaksi SalamDakwah - 6 years ago

Memahami Al-Quran

Penulis: Al-Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc hafidzahullah

 

Alhamdulillah, was sholatu was salamu ala Rosulillah, wa ba`du;

 

Dalam bahasan yang terdahulu telah kita uraikan Tilawah secara harfiah, yaitu dengan membaca surat-surat-Nya, dan ayat-ayat-Nya.

Di bagian kedua ini akan kita bahas tentang Tilawah secara makna dan hukum yang berupa mengimani dan membenarkan berita-berita didalamnya, mengikuti hukum-hukumnya, menjalankan perintah-perintah-Nya serta menjauhi larangan-larangan-Nya.

 

Bahasan ini merupakan sangat penting dikarenakan tujuan yang utama dari diturunkannya Al-Qur`an.

 

Allah Ta`ala berfirman, 

 

(Artinya) “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” (QS Sad: 29)

 

Oleh karena itu para salaf ridwanallahu 'alaihim senantiasa mempelajari Al-Qur`an, memahami kandungannya serta mempraktekkan hukum-hukum yang ada didalamnya.

 

Abu Abdurrahman As Sulamy berkata, “Para sahabat yang dahulu mengajarkan Al-Qur`an seperti Utsman ibnu Affan, Abdullah ibnu Mas`ud dan selain mereka telah bercerita kepada kami, bahwasanya dahulu mereka apa bila mempelajari 10 ayat dari Al-Qur`an maka mereka tidak menambahnya hingga selesai mempelajari ilmu dan mengamalkannya, dan mereka berkata: “Kami mempelajari Al-Qur`an secara ilmu dan mengamalkannya.”

 

Tilawah jenis ini adalah yang akan memberikan keselamatan dan kebahagiaan serta menjaga dari kebinasaan & kesengsaraan.

 

Allah Ta`ala berfirman, 

 

(Artinya) “Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.”

 

Berkatalah ia: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?”

 

Allah berfirman: “Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan.”

 

Dan demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada ayat-ayat Tuhannya. Dan sesungguhnya azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal.” (QS Taha: 123~127)

 

Semoga Allah Ta`ala memberikan taufik kepada kita, sehingga diberikan kekuatan untuk membaca dan Tilawah Al-Qur`an dengan sebenarnya, dan kita dapat meraih keberuntungan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat.


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Diantara Kasih Sayang Allah
Diantara Kasih Sayang Allah
Ustadzah Ummu Faynan,Lc - 5 years ago
Puasa Syawal Digabung Dengan Puasa Ayyamul Bidh
Puasa Syawal Digabung Dengan Puasa Ayyamul Bidh
Ustadz DR Musyaffa' Ad Dariny,MA - 3 years ago
Pantaskah Kita Cemberut
Pantaskah Kita Cemberut
Ustadz Maududi Lc - 5 years ago
Lisanmu, Surgamu atau Nerakamu
Lisanmu, Surgamu atau Nerakamu
Ustadz Fachruddin Nu'man, Lc - 4 years ago
Selingkuh Adalah Dosa Besar
Selingkuh Adalah Dosa Besar
Ustadz Yulian Purnama - 1 month ago
Kini... Ramadhanku di Penghujung Senja
Kini... Ramadhanku di Penghujung Senja
Redaksi SalamDakwah - 6 years ago
Persahabatan Yang Tidak Mendapatkan Kebaikan
Persahabatan Yang Tidak Mendapatkan Kebaikan
Redaksi SalamDakwah - 6 years ago
© 2021 - Www.SalamDakwah.Com