SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Berbagi Ramadhan (25)

Redaksi SalamDakwah - 5 years ago

Berbagi Ramadhan (25)

Penulis: Al-Ustadz Aan Chandra Thalib hafidzahullah

 

POTRET PERSAUDARAAN KITA

 

(Edisi Bercermin Kembali)

 

Ibul Qayyim Al Jauziyah -rahimahullah- berkata:

 

"Bila ada orang yang menyayangi anda karena sesuatu, maka dia akan berpaling saat sesuatu tersebut hilang dari anda".

 

-Miftaah Ad Daar As Saadah-

 

Dalam hidup kita harus cerdas membedakan mana orang yang hadir sebagai saudara, sahabat, atau orang yang cuma numpang lewat. 

Apalagi hari ini, dimana kata ukhuwah (persaudaraan) tak lebih dari sekedar penghias majelis saja, selalu manis di ujung lidah tapi jauh dari praktek.

 

Hari ini... 

Ukhuwah hampir selalu identik dengan kepentingan bisnis, kesamaan hobi, kesamaan visi dalam berpartai atau karena tujuan-tujuan lain yang sebenarnya jauh dari makna ukhuwah yang diajarkan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam 14 abad silam.

 

Beliau -Shallallahu 'alaihi wasallam- pernah bersabda:

 

“Seorang muslim adalah saudara bagi sesama muslim lainnya. Tidak boleh menganiaya ataupun membiarkan dianiaya. Barang siapa memenuhi kebutuhan saudaranya maka Allah akan memenuhi kebutuhannya.

Barang siapa melapangkan kesusahannya, maka Allah akan melapangkan kesusahannya di hari kiamat. Barang siapa menutupi aibnya, maka Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat." (HR. Bukhori)

 

"Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling kasih, saling menyayangi dan saling cinta adalah seperti sebuah tubuh, jika salah satu anggotanya merasa sakit, maka anggota-anggota tubuh yang lain ikut merasakan sulit tidur dan demam. (HR. Muslim)

 

Tentunya... 

makna ukhuwah yang tersurat dalam sabda Nabi tersebut adalah makna ukhuwah yang murni, jauh dari tendensi pribadi atau kepentingan duniawi. Bahkan makna ukhuwah tersebut menembus segala batas-batas materi, pangkalnya menancap di bumi, namun ujungnya menjulang ke surga. 

 

Kita harus bercermin kembali pada generasi awal yang hidup dalam tarbiyah nabawiyah, membaca kembali kisah keteladanan mereka, bukan untuk sekedar berbangga namun untuk meneladani, supaya kemusliman kita tampil dalam performa yang luhur.

 

Saatnya merekatkan ukhuwah diatas minhaj nubuwah. 

 

-------------------------------

Madinah 04-06-1435H

 

Dishare Oleh Ustadz Aan Chandra Thalib pada 18-09-1435H / 16-07-2014


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Man Salafuka? (Siapa Pendahulumu Dalam Masalah Ini?)
Man Salafuka? (Siapa Pendahulumu Dalam Masalah Ini?)
Ustadz Fadlan Fahamsyah. LC, MHI - 11 months ago
Subhanallah, Hewanpun Tahu Keji dan Hinanya Zina
Subhanallah, Hewanpun Tahu Keji dan Hinanya Zina
Ustadz DR. Muhammad Nur Ihsan - 1 year ago
Luasnya Rahmat Allah
Luasnya Rahmat Allah
Ustadz Kurnaedi Lc - 3 years ago
Anjuran Menerima Kebenaran
Anjuran Menerima Kebenaran
Ustadz Abu Ubaidah As-Sidawi - 1 year ago
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com