SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Budaya Jadi Agama Atau Agama Jadi Budaya?

Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 5 years ago

Budaya Jadi Agama Atau Agama Jadi Budaya?

Sobat! 

Menurut anda, manakah yang lebih baik: Menjadikan budaya sebagai agama atau menjadikan agama sebagai budaya?

 

Mungkin bagi banyak orang, membudayakan agama lebih baik dibanding menjadikan budaya sebagai agama. Menjadikan budaya sebagai agama sama saja membuat agama baru. 

 

Menjadikan agama sebagai budaya berarti agama telah menjadi rutinitas dan dibubuhi nilai-nilai seni dan "kearifan" lokal. Dengan demikian, terwujudlah keunikan praktek beragama selaras dengan keunikan budaya lokal. Karena itu muncullah sebutan Islam Jawa, Islam Sumatera, Islam Arab, Islam Cina dan lainnya.

 

Puasa adalah momentum tepat bagi anda untuk dapat membedakan antara kedua perilaku di atas dan selanjutnya memilih sikap yang tepat.

 

Anda berhenti makan ketika telah terbit fajar bukan karena budaya atau kebiasaan, namun karena menjalankan perintah Allah dan meneladani Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Sebagaimana anda makan disaat telah terbenam matahari bukan karena tidak katahuan, namun juga karena menjalankan perintah Allah Azza wa Jalla dan meneladani Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.

 

Selanjutnya setelah anda terbiasa berpuasa sebulan penuh, anda menghentikan kebiasaan tersebut bukan karena telah lelah berpuasa, namun karena menjalankan perintah. Bila bulan sabit Syawwal telah terbit anda berhenti berpuasa walaupun anda telah terbiasa dengan puasa. Hanya ada satu alasan anda menghentikan puasa yang telah terbiasa anda lakukan, yaitu dalam rangka patuh dan tunduk kepada syariat Allah dan Rasul-Nya.

 

Demikianlah semangat ibadah puasa bila telah menyatu dengan jiwa anda, anda berbuat karena perintah dan izin Allah dan anda meninggalkan juga hanya karena perintah Allah Azza wa Jalla semata. 

 

Andai semangat ini berhasil anda aplikasikan dalam setiap aspek kehidupan anda, maka sungguh anda telah berhasil menjadi muslim sejati dan hamba Allah yang sebenarnya. Semua urusan sepenuhnya anda serahkan kepada Allah Azza wa Jalla.

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

 

Wahai orang-orang yang beriman, masukkan kalian semua ke dalam agama Islam secara Kaafah/menyeluruh, dan janganlah kalian mengikuti langkah langkah setan, sejatinya setan itu adalah musuh kalian yang nyata. (Al Baqarah: 208)

 

6 Ramadhan 1435 / 4 Juli 2014

 


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Sabar, Sabar..Sampai Kapan?
Sabar, Sabar..Sampai Kapan?
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 2 years ago
Ini Dia Penghancur Moral Anak-anak Anda
Ini Dia Penghancur Moral Anak-anak Anda
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 4 years ago
Kunci Kemajuan Eropa
Kunci Kemajuan Eropa
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 1 year ago
Ooo, Dasar Tidak Pernah Makan Bangku Sekolah!
Ooo, Dasar Tidak Pernah Makan Bangku Sekolah!
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 5 years ago
Balon Bocor Lalu Meletus& Balon Meletus Tanpa Bocor
Balon Bocor Lalu Meletus& Balon Meletus Tanpa Bocor
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 3 years ago
Bisa Jadi Disana Pula Ia Telah Menanti..
Bisa Jadi Disana Pula Ia Telah Menanti..
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 1 week ago
Dasar Kampungan! Dasar Orang Kota!
Dasar Kampungan! Dasar Orang Kota!
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 5 years ago
Itulah Pertanda Cinta
Itulah Pertanda Cinta
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 2 years ago
Ngaji Tematik atau Ngaji Kitab?
Ngaji Tematik atau Ngaji Kitab?
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 1 year ago
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com