SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Tafsir Ar Rahman Ar Rahiim

Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 7 years ago

Tafsir Ar Rahman Ar Rahiim
Tafsir Ar Rahman Ar Rahiim
 
Ar Rahman dan Ar Rahiim dari satu kata yaitu rahima yarhamu rahmatan artinya merahmati, Ar Rahman wazannya fa’laan dan wazan ini biasa digunakan oleh org arab untuk menunjukkan kepada sesuatu yang sangat, seperti ghadbaan artinya sangat marah dan hatinya telah dipenuhi oleh kemarahan. Ar Rahmaan artinya yang sangat penyayang dan dipenuhi kasih sayang.

Perbedaan Ar Rahmaan dgn Ar Rahiim.
Ibnu Qayyim menjelaskan perbedaan antara keduanya, kita ringkas kepada beberapa poin:

1. Ar Rahmaan adalah sifat dan Ar Rahiim adalah perbuatanNya. Seperti firman Allah: “wa kaana bil mukminiin rahiima (Allah rahiim kepada kaum mukminin)”.
Dalam ayat itu tidak dikatakan: rahmaana.

2. Ar Rahmaan lebih kuat maknanya dari Ar Rahiim. Oleh karena itu Allah menyandingkannya dengan makhlukNya yang paling luas. Allah berfirman: “Ar Rahmaan ‘alal ‘arsyi istawaa (Ar Rahman bersemayam di atas Arasy).
Kesesuaiannya adalah: ketika arasy adalah makhluk Allah yg paling besar dan meliputi semua makhluk dibawahnya maka Allah sebutkan nama: Ar Rahmaan yang rahmatNya meliputi segala makhlukNya.
 
Hakikat rahmat sebagaimana yang dijelaskan oleh ibnu Qayyim dalam madarijussalikiin adalah keinginan untuk menyampaikan kebaikan hamba dalam kebaikan dunia dan akhirat walaupun harus menyusahkan sihamba demi kemashlahatan yang lebih besar baginya.
Seperti kisah Nabi Yusuf yg memohon kepada Allah agar dijauhkan dari fitnah para wanita bangsawan, Allahpun mengabulkan dengan memenjarakan beliau. Walaupun tampak sekilas penjara adalah tempat yang menyusahkan beliau, namun itu menjadi rahmat untuknya sehingga beliau selamat dari keinginan jahat para wanita bangsawan.
 
Antara Rahmat dan Ilmu.
Ibnu Qayyim menjelaskan juga bahwa luasnya rahmat seseorang sesuai dengan luasnya ilmu orang tersebut. Allah yang amat luas ilmunya, maka rahmatNya pun amat luas meliputi semua hamba.
Oleh karena itu, Allah menyandingkan ilmu dan rahmat dalam ayatNya tentang doa para malaikat pemikul ‘arasy: “Wahai Rabb kami, Ilmu dan rahmatMu meliputi segala sesuatu”. (Qs Ghafir)
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah manusia yang paling luas ilmunya, maka beliau orang yang amat rahmat kepada umatnya. Jadi semakin luas ilmu seseorang semakin luas juga sifat rahmat yang ia miliki, sebaliknya semakin sempit ilmu seseorang semakin sempit pula rahmat kasih sayangnya kepada para makhluk
Ahlussunnah adalah kaum yang paling luas rahmatnya dibandingkan kelompok lainnya. Ibnu Taimiyah berkata: “Ahlussunnah adalah kaum yang paling mengetahui Al Haq dan paling rahmat kepada manusia”. Itu karena ilmu mereka lebih dalam dari selain mereka.
Kaum khawarij adalah diantara kelompok yang paling dangkal ilmunya, maka sifat rahmat merekapun kurang, sehingga mereka mudah mengkafirkan dan menghalalkan darah kaum muslimin, demikian juga kelompok-kelompok lain selain ahlussunnah wal jama’ah.
 
Antara rahmat dan hidayah
Ibnu Qayyim juga menjelaskan bahwa rahmat yang diraih oleh orang yang mendapat hidayah adalah sesuai dengan kadar hidayah yang ia dapatkan, semakin sempurna hidayah yang ia raih, semakin sempurna juga rahmatnya, dan ini hanya khusus untuk kaum muslimin saja.
Allah telah mengumpulkan untuk ahli hidayah antara rahmat, hidayah dan pujian dari Allah dalam firmanNya:
Mereka itu mendapatkan shalawat (pujian) dari Rabb mereka dan rahmat, dan merekalah orang-orang yg mendapatkan hidayah (Al Baqarah: 157).
Macam-macam Rahmat Allah
Syaikh Aburrahman As Sa’di berkata: “Ar Rahmaan Ar Rahiim adalah dua nama yang menunjukkan bahwa Allah mempunyai rahmat yang luas nan agung yang meliputi segala sesuatu. Allah tuliskan rahmat untuk orang-orang yang bertaqwa yang mengikuti para Nabi dan Rasul, merekalah yang mendapatkan rahmat Allah yang sempurna, adapun selain mereka hanya mendapatkan sebagiannya saja. (Dari kitab taisiir karimirrahman)

Beliau menjelaskan bahwa rahmat ada dua macam:
1. Rahmat berupa hidayah dan taufiq.
2. Dan rahmat berupa rizki dan materi duniawi.
Adapun orang yang beriman, mereka mendapatkan dua macam rahmat tersebut, sdangkan orang kafir hanya diberikan rahmat berupa materi duniawi saja.
Di dalam hadits disebutkan bahwa Allah mempunyai seratus rahmat, satu rahmat diturunkan ke dunia, dengannya manusia dan semua makhluk berkasih sayang dan Allah menyimpan 99 rahmat uuntuk kaum mukiminin di akherat kelak (HR Bukhari).

Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Sikap Ketika Mendengar Ghibah
Sikap Ketika Mendengar Ghibah
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 4 years ago
Tafsir Iyyaaka Na budu
Tafsir Iyyaaka Na budu
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 7 years ago
Hijab Dalam Sholat
Hijab Dalam Sholat
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 3 years ago
Sebab-Sebab Munculnya Cinta
Sebab-Sebab Munculnya Cinta
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 5 years ago
Umur Manusia
Umur Manusia
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 4 years ago
Tidak ada kebaikan padanya
Tidak ada kebaikan padanya
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 7 years ago
Nyinyir Adalah Budaya Yahudi
Nyinyir Adalah Budaya Yahudi
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 1 year ago
5 Wasiat Nabi Yahya Kepada Bani Israil
5 Wasiat Nabi Yahya Kepada Bani Israil
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 5 years ago
Kunci Kusyu dalam Shalat
Kunci Kusyu dalam Shalat
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 6 years ago
Pemimpin Yang Menyesatkan
Pemimpin Yang Menyesatkan
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 7 years ago
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com