SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Dokter Belajar Dahulu Baru Praktek, Begitu Juga Ustadz

Redaksi SalamDakwah - 6 years ago

Dokter Belajar Dahulu Baru Praktek, Begitu Juga Ustadz

Dokter Belajar Dahulu Baru Praktek, Begitu Juga Ustadz

 

Belajar

Mengobati orang butuh ilmu, keterampilan dan pengalaman karena bisa saja jika salah dalam melakukan pengobatan malah akan membahayakan bagi orang yang diobati. Oleh karena itu tuntunan Islam mengharuskan seseorang harus belajar dahulu, menjalani proses belajar yang tidak sebentar serta telah berpengalaman dalam menghadapi berbagai kasus sehingga ia sudah cukup familiar dengan penyakit tersebut dan tahu cara mengobatinya. Jika tidak maka ia harus bertanggung jawab, mengganti kerusakan bahkan harus menjalani qhishah.

 

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

مَنْ تَطَبَّبَ وَلَمْ يُعْلَمْ مِنْهُ طِبٌّ قَبْلَ ذَلِكَ فَهُوَ ضَامِنٌ

 

“Barang siapa yang melakukan pengobatan dan dia tidak mengetahui ilmunya sebelum itu maka dia yang bertanggung jawab.” (HR. An-Nasa’i, Abu Daud, Ibnu Majah dan yang lain, hadits hasan no. 54 kitab Bahjah Qulub Al-Abrar)

 

Ulama sekaligus dokter terkenal di zamannya, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullahu berkata,

 

فإيجابُ الضمان على الطبيب الجاهل، فإذا تعاطى عِلمَ الطِّب وعمله، ولم يتقدم له به معرفة

 

“Maka wajib mengganti rugi (bertanggung jawab) bagi dokter yang bodoh jika melakukan praktek kedokteran dan tidak mengetahui/mempelajari ilmu kedokteran sebelumnya.” (Thibbun Nabawi hal. 88, Al-Maktab Ats-Tsaqafi, Koiro)

 

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullahu berkata,

 

أنه لا يحل لأحد أن يتعاطى صناعة من الصناعات وهو لا يحسنها ، سواء كان طبا أو غيره ، وأن من تجرأ على ذلك ، فهو آثم . وما ترتب على عمله من تلف نفس أو عضو أو نحوهما ، فهو ضامن له

 

“Tidak boleh bagi seseorang melakukan suatu praktek pekerjaan dimana ia tidak mumpuni dalam hal tersebut. Demikian juga dengan praktek kedokteran dan lainnya. 

Barangsiapa lancang melanggar maka ia berdosa. Dan apa yang ditimbulkan dari perbuatannya berupa hilangnya nyawa dan kerusakan anggota tubuh atau sejenisnya, maka ia harus bertanggung jawab.” (Bahjah Qulubil Abrar hal. 155, Dar Kutub Al-‘Ilmiyah, Beirut, cet-ke-1, 1423 H)

 

Al-khathabi rahimahullahu berkata,

 

لا أعلم خلافاً فى أن المعالِج إذا تعدَّى، فتَلِفَ المريضُ كان ضامناً، والمتعاطى علماً أو عملاً لا يعرفه متعد، فإذا تولَّد من فعله التلف ضمن الدية، وسقط عنه القَودُ، لأنه لا يستبِدُّ بذلك بدون إذن المريض وجنايةُ المُتطبب فى قول عامة الفقهاء على عاقِلَتِه

 

“Saya tidak mengetahui adanya perselisihan dalam pengobatan apabila seseorang melakukan kesalahan, sehingga menimbulkan mudharat pada pasien, maka ia harus menanggung ganti rugi. Orang yang melakukan praktek (kedokteran) yang tidak mengetahui ilmu dan terapannya, maka ia adalah orang yang melampui batas. Apabila terjadi kerusakan akibat perbuatannya, maka ia harus bertanggung jawab dengan mennganti diyat.” (” (Thibbun Nabawi hal. 88, Al-Maktab Ats-Tsaqafi, Koiro)

 

Nah, jika saja dokter harus belajar dahulu baru praktek, jika tidak maka akan terjadi kerugian-kerugian dunia,

 

MAKA BAGAIMANA DENGAN USTADZ YANG AKAN CERAMAH DAN TAMPIL MEMBERI FATWA ??

 

@Gedung Radiopoetro, FK UGM, Yogyakarta Tercinta

__________________________

Penyusun: dr. Raehanul Bahraen

@Muslimafiyah.com

 


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Ikut Ulil Amri
Ikut Ulil Amri
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 7 years ago
Al Qur'an dan Hadits Pedoman Hidup
Al Qur'an dan Hadits Pedoman Hidup
Ustadz Kurnaedi Lc - 4 years ago
Waspada Niat-Niat Jelek
Waspada Niat-Niat Jelek
Ustadz Nuruddin Abu Faynan. Lc - 4 years ago
Lingkungan Yang Baik Dekat Dengan Masjid
Lingkungan Yang Baik Dekat Dengan Masjid
Redaksi SalamDakwah - 6 years ago
Ini Lebih Baik
Ini Lebih Baik
Ustadz Kurnaedi Lc - 4 years ago
Tadabbur Alam
Tadabbur Alam
Ustadz Aan Chandra Thalib,Lc - 4 years ago
CLBK
CLBK
Ustadz Abu Fairuz Ahmad, MA - 4 years ago
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com