SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Beberapa Hal Yang Dilakukan Di Bulan Ramadhan

Redaksi SalamDakwah - 6 years ago

Beberapa Hal Yang Dilakukan Di Bulan Ramadhan

MENDULANG PAHALA DI BULAN BERKAH

Penulis: Ibnu Mukhtar -hafidzahullah-

 

Segala puji hanyalah milik اللّـﮧ. Sholawat dan salam untuk Rosululloh, istri-istri dan keluarganya serta untuk seluruh sahabatnya, Amma ba'du!

 

Saudaraku seIslam yang saya muliakan, bulan Romadhon yang penuh berkah dan sarat akan keutamaan dan ganjaran sebentar lagi akan mendatangi kita. Pada saat itu, pintu-pintu Surga dibuka dan pintu-pintu Neraka ditutup, sedangkan para syaithon pun dibelenggu. Siapa di antara kita yang ingin memperoleh kebaikan dan ganjaran berlimpah di dalamnya, maka sudah semestinya untuk memperbekali diri dengan pengetahuan yang benar akan berbagai amalan yang memang ada dasar dan tuntunannya dari Rosululloh ~shollallohu 'alaihi wa sallam~ , kemudian semua itu kita lakukan dengan ikhlas, hanya karena اللّـﮧ semata yang kita tuju.

 

Saudaraku seIslam yang saya cintai, berikut berbagai amalan yang seharusnya dilakukan seorang muslim agar bulan Romadhon menjadi ladang pahala baginya.

 

1. Pertama, mengawali dan mengakhiri bulan Romadhon bersama Jamaa'ah, yakni berdasar ru'yatul hilal yang ditetapkan penguasa kaum muslimin di mana ia tinggal atau berada. 

 

Dari Abu Huroiroh ~rodhiyallohu 'anhu~ bahwasanya Nabi ~shollallohu 'alaihi wa sallam~ bersabda : 

 

"الصوم يوم تصومون، والفطر يوم تفطرون، والأضحى يوم تضحون

 

'Puasa itu adalah hari yang kalian berpuasa, Iedul Fithri itu adalah hari yang kalian berbuka, dan Iedul Adh-ha adalah hari yang kalian menyembelih." [HR. Tirmidzi, beliau berkata : "sebagian ahli ilmu menjelaskan maksud hadits ini adalah :

 

الصوم والفطر مع الجماعة وعِظَم الناس

 

Puasa dan ber-ied itu bersama Jamaa'ah (penguasa) dan mayoritas kaum muslimin]

 

Imam Ahmad bin Hanbal ~rohimahulloh~ berkata: 

 

 يصوم مع الإمام وجماعة المسلمين في الصحو والغيم، 

 

“Seseorang itu berpuasa bersama penguasa dan jamaah umat Islam, baik ketika cuaca cerah ataupun mendung.” 

Beliau juga berkata: 

 

 يد الله على الجماعة

 

“Tangan اللّـﮧ bersama Al-Jama’ah.”

 

2. Kedua, berpuasa disertai niyat di malamnya atau berniyat sebelum memasuki fajar shodiq (waktu shubuh)

 

Saudaraku, berpuasa di bulan Romadhon, wajib hukumnya. Ia termasuk salah satu rukun Islam yang lima. Siapa yang meninggalkannya dengan sengaja tanpa alasan yang dibenarkan syari'at maka ia telah melakukan salah satu dosa besar. 

 

Bagi yang akan berpuasa, maka jangan lalaikan untuk berniat di malamnya atau berniyat sebelum fajar shodiq (waktu shubuh) tiba.

 

عَنْ حَفْصَةَ زَوْجِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « مَنْ لَمْ يُجْمِعِ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلاَ صِيَامَ لَهُ ».

 

Dari Hafshoh ~rodhiyallohu ‘anha –salah seorang istri Nabi~ bahwasanya Rosululloh ~sholallohu 'alaihi wa sallam~ bersabda : “Barangsiapa yang tidak mengumpulkan keinginan untuk berpuasa (niyat) sebelum terbit fajar maka tidak ada puasa baginya”. [HR. Abu Dawud dalam sunannya no. 2456 dinilai Shohih oleh Syaikh al-Albani rohimahulloh dalam Shohih wa dhoif sunan Abi Dawud no. 2454 dan Shohiihul Jaami’ no. 6538]

 

Niyat itu letaknya di dalam hati. Melafazhkan niyat dalam ibadah semisal sholat, puasa dan lainnya dengan lisan termasuk amalan yang tidak ada contohnya dari Rosululloh ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~. Maka nyatalah bahwa ucapan, “Nawaitu shouma ghoddin…dst” yang banyak orang ucapkan setelah sholat tarawih itu sama sekali tidak ada riwayatnya dari Rosululloh ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~ dan para sahabatnya. Jadi cukupilah dengan apa-apa yang jelas sumbernya saja agar kita beruntung.

 

Dan jangan diremehkan pula untuk bersahur sebelumnya. Mengenai sunnahnya bersahur, Nabi kita bersabda :

 

عَنْ أَنَسٍ - رضى الله عنه - قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِى السُّحُورِ بَرَكَةً ».

 

Dari Anas ~rodhiyallohu ‘anhu~, dia berkata, Rosululloh ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~  bersabda : "Makan sahurlah kalian karena sesungguhnya di dalam makan sahur itu terdapat keberkahan." [HSR. Bukhori no. 1923 dan Muslim no. 2603] 

 

3. Ketiga, qiyamu Romadhon.

 

Qiyamu Romadhon atau biasa disebut sholat tarawih hukumnya adalah mustahab/sunnah dan bukan wajib. Meski demikian, melakukannya sesuai tuntunan Rosululloh ~shollallohu 'alaihi wa sallam~ dengan berjama'ah memiliki keutamaan tersendiri. Perhatikanlah sabda Nabi kita berikut :

 

عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ رَسُوْلُ الله ِ صَلّى الله ُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ :...إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الْإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ قِيَامَ لَيْلَةٍ

 

Dari Abu Dzar ~rodhiyallohu ‘anhu~, Rosululloh ~shollalohu ‘alaihi wa sallam~ bersabda : “Sungguh siapa saja yang melakukan sholat bersama Imam hingga selesai, maka اللّـﮧ mencatat baginya pahala sholat semalam suntuk.” [HR. An Nasaa-ie dalam sunannyanya no. 1616 dengan diringkas. Dishohihkan oleh Syaikh Al Albani rohimahulloh dalam Shohiihul Jaami’  no. 2417 ]

 

4. Keempat, membaca Al-Qur'an.

 

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم َرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ »

 

Dari Abdulloh bin Mas'ud ~rodhiyallohu ‘anhu~, dia berkata, Rosululloh ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~  bersabda : "Barangsiapa membaca satu huruf Al Qur'an maka akan memperoleh satu kebaikan. Setiap satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan, Alif Laam Miim itu satu huruf. Tetapi alif satu huruf, laam satu huruf dan mim satu huruf."  [HR. Tirmidzi dalam sunannya no. 3158, di shohihkan oleh Syaikh al-Albani rohimahulloh dalam Misykatul Mashobih no. 2137] 

 

5. Kelima, bersegera berbuka ketika waktunya tiba.

 

Saudaraku, ketika waktu berbuka tiba maka segeralah untuk berbuka. Jangan menunda-nunda seperti kalangan ahlul kitab yahudi dan nashroni. Selain mengikuti Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam dan sunnahnya, bersegera dalam berbuka mendatangkan kejayaan bagi agama Islam.

 

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « لاَ يَزَالُ الدِّينُ ظَاهِرًا مَا عَجَّلَ النَّاسُ الْفِطْرَ لأَنَّ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى يُؤَخِّرُونَ ».

 

Dari Abu Huroiroh ~rodhiyallohu ‘anhu~ dari Nabi ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~ beliau bersabda : “Agama ini akan senantiasa jaya selama manusia (kaum muslimin) menyegerakan berbuka. Karena Yahudi dan Nashroni mengakhirkannya”. [HR. Abu Dawud dalam sunannya no. 2355 dan dinilai Shohih oleh Syaikh al-Albani rohimahulloh dalam Misykatul Mashobih no. 1995]

 

6. Keenam, banyak bershodaqoh. Di antaranya adalah dengan memberi makan berbuka bagi orang yang sedang berpuasa.

 

عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الْجُهَنِىِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-  مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

 

Dari Zaid bin Kholid al-Juhaniy ~rodhiyallohu ‘anhu~, ia berkata : Rosululloh ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~ bersabda : “Barangsiapa yang memberikan makan berbuka untuk orang yang berpuasa maka baginya ganjaran semisal orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikitpun.” [HR. Tirmidzi dalam sunannya no. 812 dan dishohihkan oleh Syaikh Al Albani rohimahulloh dalam Shohiihut Targhiib wat Tarhiib no. 1078]

 

7. Ketujuh, banyak berdoa untuk kebaikan dunia dan akhirat.

 

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ - أَوْ عَنْ أَبِى سَعِيدٍ هُوَ شَكَّ يَعْنِى الأَعْمَشَ - قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِنَّ لِلَّهِ عُتَقَاءَ فِى كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ لِكُلِّ عَبْدٍ مِنْهُمْ دَعْوَةٌ مُسْتَجَابَةٌ »

 

Dari Abu Huroiroh atau dari Abu Sa’id al-Khudri ~rodhiyallohu ‘anhuma~ al-A’masy ragu, ia berkata : Rosululloh ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~ bersabda : “Sesungguhnya اللّـﮧ memiliki orang-orang yang dimerdekakan dari api Neraka setiap hari dan malamnya –yakni di bulan Romadhon-. Dan sesungguhnya  setiap hamba dari kalangan mereka   ( yakni orang-orang beriman ) memiliki doa yang mustajab. [HR. Ahmad dalam musnadnya  no. 7443 dishohihkan oleh Syaikh Syu’aib al-Arna’uth rohimahulloh dan Syaikh Al Albani rohimahulloh dalam Shohihul Jaami’ no. 2169]

 

8. Kedelapan, menjauhkan diri dari segala maksiat dan amalan yang tidak bermanfaat.

 

Saudaraku, bersungguh-sungguhlah dalam berpuasa dan memanfaatkan waktu dan kesempatan yang Alloh berikan kepada kita. Isilah ia dengan berbagai ketaatan dan  kegiatan yang berfaedah. Jauhilah segala maksiat dan amalan yang tidak bermanfaat. Sungguh betapa banyak orang yang berpuasa yang ia dapatkan hanyalah rasa lapar dan haus saja.

 

عن ابن عمر رضي الله عنهما قال: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه و سلم : رُبَّ صَائِمٍ حَظّهُ مِنْ صِيَامِهِ الْجُوْعُ وَ اْلعَطَشُ

 

Dari ِAbdulloh bin Umar ~rodhiyallohu ‘anhuma~ ia berkata, Rosululloh ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~ bersabda : “Betapa banyak orang yang berpuasa yang ia dapatkan dari puasanya hanyalah lapar dan haus saja.” [HR. Thobroni dalam Mu’jamul Kabir  dengan sanad la ba’sa bih ( tidak mengapa ). Syaikh Al Albani ~rohimahulloh~ menilainya shohih lighoirihi dalam Shohihut Targhib wat Tarhib no. 1084] 

 

9. Kesembilan, berburu lailatul qodar

 

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ - رضى الله عنه - عَنِ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ « مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ، وَمَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ »

 

Dari Abu Huroiroh ~rodhiyallohu ‘anhu~ dari Nabi ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~, beliau bersabda : “Barangsiapa yang sholat di malam lailatul qodar karena iman dan mengharapkan pahala  niscaya dosa-dosanya yang dimasa lalu akan diampuni. Dan barangsiapa yang berpuasa karena iman dan mengharapkan pahala  niscaya dosa-dosanya yang dimasa lalu akan diampuni. [HSR. Al Bukhori dalam shohihnya no. 1901]

 

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَحَرُّوا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

 

Dari Aisyah ~rodhiyallohu ‘anha~ dia berkata, Rosululloh ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~ telah bersabda : "Carilah oleh kalian lailatul qodar pada malam ganjil disepuluh hari terakhir di bulan Romadhon." HSR. Al Bukhori no. 2017 dan Muslim no. 2833

 

10. Kesepuluh, ber-i'tikaf

 

عَنْ عَائِشَةَ - رضى الله عنها - زَوْجِ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - أَنَّ النَّبِىَّ - صلى الله عليه وسلم - كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ ، ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ

 

Dari 'Aisyah ~rodhiyallohu ‘anhu~, Rosululloh ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~ senantiasa ber-I'tikaf pada sepuluh terakhir di bulan Romadhon hingga beliau meninggal. Setelah beliau ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~ wafat, istri-istri beliau meneruskan kebiasaan I'tikaaf tersebut. [HSR. Bukhori  no. 2026 dan Muslim no. 2841]

 

11. Kesebelas, melakukan umroh di bulan Romadhon

 

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ - رضى الله عنهما... قَالَ فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ تَقْضِى حَجَّةً مَعِى

 

Dari Ibnu Abbas  ~rodhiyallohu ‘anhuma~ Nabi ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~ telah bersabda : "..Umroh pada bulan Romadhon pahalanya sama dengan haji bersamaku"  [HSR. Bukhori ~rohimahulloh~ no. 1863]

 

12. Kedua belas, menunaikan zakat fithri dari makanan pokoknya. Begitu pula dengan zakat maal ( harta)nya. Jika ia telah mencapai nishob dan haulnya maka wajib pula bagi dirinya untuk mengeluarkan zakat maalnya.

 

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلاَةِ فَهِىَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلاَةِ فَهِىَ صَدَقَةٌ مِنَ الصَّدَقَاتِ.

 

Dan dari Ibnu Abbas rodhiyallohu ‘anhuma,ia berkata : Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fithri itu sebagai pembersih bagi orang yang sedang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan omongan kotor, dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin. Karena itu barangsiapa yang mengeluarkan zakat fithri sebelum sholat ied maka ia adalah zakat yang diterima. Dan barangsiapa yang mengeluarkannya sesudah sholat ied, maka zakat tersebut adalah salah satu shodaqoh biasa” [HR Abu Dawud dalam sunannya no. 1611 dihasankan Syaikh Al Albani rohimahulloh dalam Shohiihut Targhiib wat Tarhiib no. 1085.]  

 

13. Ketiga belas, tetap menjaga amalan-amalan yang telah diwajibkan seperti bertauhid dan menjauhi syirik dan orang-orangnya, sholat lima waktu, menutup aurat dengan hijab syar’ie untuk muslimah, berbakti kepada ke dua orang tua dan kewajiban syari'at lainnya.

 

Demikian dapat disampaikan. Meski terlalu ringkas, semoga pembahasan ini tetap bermanfaat bagi kita semua, 

 

∕̴Ɩαмîîη Ƴαα ƦõввαƖ '∕̴ƖαƖαмîîη 

 

و صلّى اللّـﮧ و سلّم على نـــبيّنا محمّد 

 

9 Sya'ban 1435H / 7 Juni 2014


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Karena Dirimu Adalah Mutiara
Karena Dirimu Adalah Mutiara
Ustadz Abu Fairuz Ahmad, MA - 5 years ago
Lingkungan Yang Baik Dekat Dengan Masjid
Lingkungan Yang Baik Dekat Dengan Masjid
Redaksi SalamDakwah - 6 years ago
Simple Sedekah
Simple Sedekah
6 years ago
Adab Penuntut Ilmu Terhadap Ustadznya
Adab Penuntut Ilmu Terhadap Ustadznya
Ustadz Nuruddin Abu Faynan. Lc - 4 years ago
Keutamaan Ilmu Tergantung Kepada Apa Yang Dipelajari
Keutamaan Ilmu Tergantung Kepada Apa Yang Dipelajari
Ustadzah Ummu Faynan,Lc - 4 years ago
Mengenal Si Qonitah
Mengenal Si Qonitah
Redaksi SalamDakwah - 7 years ago
Istri Sholehah Adalah Sumber Inspirasi
Istri Sholehah Adalah Sumber Inspirasi
Ustadz Abu Fairuz Ahmad, MA - 5 years ago
Nisfu Syaban
Nisfu Syaban
Redaksi SalamDakwah - 6 years ago
© 2021 - Www.SalamDakwah.Com