SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Apa Rahasia Dihapusnya Kata:Ya Pada Kalimat Doa Dlm Al Quran

Redaksi SalamDakwah - 5 years ago

Apa Rahasia Dihapusnya Kata:Ya Pada Kalimat Doa Dlm Al Quran

ما هو السر في حذف "يا" النداء قبل الدعاء في القرآن؟

Apa rahasia dihapusnya kata "Ya" untuk panggilan sebelum kalimat doa di dalam Al Qur'an?

 

Perhatikan di bawah ini: 

 

(ربِ أرني أنظر إليك)

"Wahai Rabbku tunjukkanlah kepadaku, aku ingin melihat kepadamu". 

(Doa Nabi Musa)

 

(ربنا أفرغ علينا صبرا)

"Wahai Rabb kami, berikanlah kepada kami kesabaran".

 

(ربِ لا تذرني فردا)

"Ya Allah jangan Engkau biarkan aku senidiri".

 

( رب اغفر وارحم وانت خير الراحمين )

"Ya Allah ampunilah aku dan rahmatilah aku, dan engkau sebaik-baik pemberi rahmat".

 

( رب ابن لي عندك بيتا في الجنة )

"Ya Allah bangunkanlah bagiku rumah di surga".

 

( ربنا لاتزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا )

"Ya Rabb kami janganlah engkau palingkan hati kami setelah engkau berikan hidayah kepada kami".

 

( رب إني مسني الضر وأنت أرحم الراحمين )

"Ya Allah sesungguhnya aku ditimpa kemudhorotan, maka Engkau sebaik-baik pemberi rahmat".

 

Dalam beberapa doa yang terdapat di dalam Al Qur'an, tidak ada terdapat huruf panggilan " Ya / Wahai (يَا) " sebelum kata "Allah/Rabb" untuk meminta kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. 

 

Adapun rahasianya adalah, 

karena huruf يَا / Wahai itu dalam bahasa Arab digunakan untuk memanggil seseorang yang jauh. 

Dan Allah lebih dekat kepada hambanya daripada urat nadi hamba itu sendiri. Sehingga dalam bentuk bahasa Arab, huruf panggilan kepada Allah itu harus dihapus/dihilangkan. 

 

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman: 

 

(واذا سألك عبادي عني فإني قريب أخيب دعوة الداع إذا دعاني )

 

"Apabila hamba-hambaku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang diriKu, maka sesungguhnya aku sangatlah dekat, aku menjawab doa orang yang meminta kepadaku".

 

Sekarang sudahkah kita tahu bahwa Allah yang kita minta dan berdoa kepadanya sangatlah dekat???

 

Allah berfirman:

 

 {وَاسجُدْ وَاقتَرب}

 

"Maka sujudlah dan mendekatlah".

 

Anda tidak perlu untuk berpergian safar untuk menjadi dekat kepada Allah, dan tidak ada persyaratan suaramu harus lantang ketika berdoa, cukup engkau sujud kepadaNya, maka Allah akan berada di depanmu. 

 

KEMUDIAN MINTALAH KEPADANYA APAPUN YANG KAU INGINKAN.

 

Maha Suci dan Maha Agungnya Engkau Wahai Rabb kami.....

 

__________________________________

Dari: Perkumpulan Pelajar Hadist Di Madinah, Saudi

Kota Nabi 12 Rajab 1435H / 12 April 2014

 

•••

 

Pertanyaan:

 

Masha Allah begitu indah bahasa Al Qur'an. ТeƦυs kalo kita berdoa kita ќąи menggunakan kata-kata begini: 

"Ɣªª•• Allah Ɣªª•• Rabbii..." 

Nah ini bagaimana penerapannya, apa sudah benar menurut kaidahnya ϑaƖaм berdoa? Atau ßağaiмaиa sebaiknya? Mohon penjelasannya. Jazakallahu khairan.

 

Jawab:

 

Penggunaan huruf Ya dalam doa tidak ada larangan, namun karena melihat dari arti penggunaan huruf Ya sebagaimana penjelasan diatas maka sebaiknya dihilangkan untuk menjadikan susunan makna doa itu bagus. Dan untuk melihat etika dalam berdoa karena dalam berdoa diperlukan etika karena doa adalah berkaitan dengan Allah Subhanahu wa ta'ala

 

NOTE:

 

Yang dibicarakan dalam tulisan diatas adalah penggunaan dalam bahasa Arab

Adapun bahasa Indonesia maka tidak masuk dalam pembahasan ini karena bahasa Indonesia tidak punya kaidah, tidak ada masalah, di dalam bahasa Indonesia tidak ada i'rob fail isim jamak, dan lain-lain.


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com