SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Bahaya Ghibah

Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 7 years ago

Bahaya Ghibah
Bahaya Ghibah
 
Syekh Musthofa Al-Adawi mengatakan, “Memang orang yang membicarakan aib orang yang sudah mati termasuk menggunjing mereka. Sesungguhnya ikatan iman tidaklah terputus dengan sebab kematian. Oleh karena itu, dalil-dalil larangan ghibah juga berlaku untuk orang-orang yang sudah meninggal.
Allah berfirman (yang artinya),
“Janganlah sebagian kalian menggunjing sebagian yang lain. Apakah salah satu diantara kalian mau memakan daging saudaranya yang sudah menjadi bangkai. Tentu kalian tidak akan menyukainya.” (QS Al-Hujurat: 12)
Tentang ghibah, Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda, “Engkau menyebut-nyebut saudaramu dengan sesuatu yang tidak dia sukai.” (HR Muslim no 2518)
Bahkan terdapat dalil-dalil khusus yang melarang menggunjing orang yang sudah mati. Diriwayatkan oleh Imam Nasa’I dengan sanad yang shahih dari Aisyah, beliau mengatakan, “Ada seorang yang menyebut-nyebut aib orang yang sudah mati di dekat Nabi صلى الله عليه وسلم. Nabi صلى الله عليه وسلم lantas bersabda, “Janganlah kalian menyebut-nyebut orang yang sudah meninggal di antara kalian kecuali dengan kebaikan.”
Diriwayatkan oleh Imam Turmudzi dengan sanad yang shahih dari Aisyah, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik dengan keluarganya. Aku adalah orang yang paling baik terhadap keluargaku. Jika shahabat kalian meninggal dunia maka biarkanlah dia (jangan sebut-sebut kejelekannya).”
Kecuali jika orang yang sudah meninggal tersebut adalah pemimpin kesesatan dan dikhawatirkan ada orang yang mengikutinya. Dalam kondisi demikian diperbolehkan menjelaskan kejelekan-kejelekannya bahkan bisa jadi dianjurkan jika dengan maksud mengingatkan umat jangan sampai mengikuti orang tersebut.
Tentang kaum Firaun Allah سبحانه وتعالى berfirman, yang artinya, “Dan Kami ikutkanlah la’nat kepada mereka di dunia ini; dan pada hari kiamat mereka termasuk orang-orang yang dijauhkan.” (QS al-Qashash 42
Demikian pula Alloh سبحانه وتعالى berfirman, yang artinya, “Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa.” (QS Al-Lahab 1)
Nabi صلى الله عليه وسلم juga bersabda, “Aku melihat Amar bin Luhay menyeret-nyeret ususnya sendiri di dalam neraka karena dia adalah orang yang pertamakali menetapkan adanya Saibah (sejenis unta yang diharamkan masyarakat jahiliyyah).” (HR Bukhari no 2424 dan Muslim no 2856 dari Abu Hurairah)(Lihat Tashil Lita’wil At-Tanzil tafsir surat Al-Hujurat hal 159-161
Semoga jadi renungan bersama.

Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Miskin Tidak Harus Mengemis
Miskin Tidak Harus Mengemis
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 4 years ago
Seorang Pengelola Modal yang Seharusnya
Seorang Pengelola Modal yang Seharusnya
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 7 years ago
Sebab Pokok Kebahagiaan
Sebab Pokok Kebahagiaan
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 7 years ago
Macam-macam Nikmat
Macam-macam Nikmat
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 7 years ago
Manusia dan Ilmu TIDAK TAHU
Manusia dan Ilmu TIDAK TAHU
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 5 years ago
17 Amalan Pengahapus Dosa
17 Amalan Pengahapus Dosa
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 7 years ago
Harus Selalu Bersyukur
Harus Selalu Bersyukur
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 6 years ago
Untaian Nasehat - Kalbu oh Kalbu!!!
Untaian Nasehat - Kalbu oh Kalbu!!!
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 7 years ago
Keberkahan Hidup
Keberkahan Hidup
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 5 years ago
Dua Nikmat yang sering dilalaikan manusia
Dua Nikmat yang sering dilalaikan manusia
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 7 years ago
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com