SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Musthalah Hadits - Mengenal Sanad dan Matan Hadits

Ustadz Muhammad Wasitho Lc MA - 10 years ago

Musthalah Hadits - Mengenal Sanad dan Matan Hadits

 Mengenal Sanad dan Matan Hadits

 

Setiap Hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang sampai kepada kita sudah pasti terdiri dari dua hal pokok, yaitu Sanad dan Matan. Mengetahui makna dan derajat keduanya sangat penting, terlebih khusus bagi para penuntut ilmu syar’i.
Dengan mengetahui kedudukan atau derajat sanad suatu periwayatan hadits, dapat mebantu kita utk mengetahui mana hadits yang dapat diterima atau ditolak dan mana hadits yang shohih atau dho’if atau palsu dan batil yang tidak jelas asal usulnya.
 
A. Pengertian Sanad dan Matan Hadits
Sanad atau Isnad secara bahasa artinya sandaran, tempat bersandar, atau yang menjadi sandaran.
Sedangkan menurut istilah ulama hadits, Sanad ialah jalan yang menyampaikan kepada Matan Hadits. Atau, Rangkaian para perawi yang meriwayatkan Matan Hadits dan menyampaikannya.
Awal Sanad adalah perawi yang disebutkan sebelum mukhorrij atau mudawwin (orang yang mengeluarkan hadits atau mencatat hadits), seperti syaikhnya imam Bukhari dan imam Muslim, atau gurunya Abu Daud, At-Tirmidzi dan semisalnya. Mereka itu berada di awal Sanad.
Akhir Sanad adalah perawi sesudah Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam yang meriwayatkan Matan Hadits dari beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam , yakni Shahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Matan secara bahasa artinya membelah, mengeluarkan, atau mengikat.
Sedangkan menurut istilah ulama hadits, Matan ialah perkataan yang disebutkan pada akhir sanad, yakni sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam  yang disebut sesudah berakhirnya penyebutan sanad hadits.
Sebagai Contoh Sanad dan Matan:
 
Berkata Imam Bukhari rahimahullah:
حَدَّثَنَا الْحُمَيْدِيُّ عَبْدُ اللهِ بْنُ الزُّبَيْرِ قَالَ:
حَدَّثَنَا سُفْيَانُ قَالَ: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيْدٍ
الأَنْصَارِيُّ قَالَ: أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيْمَ التَّيْمِيُّ أَنَهُ سَمِعَ عَلْقَمَةَ بْنَ وَقَّاصٍ اللَّيْثِيَّ يَقُوْلُ: سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَلَى الْمِنْبَرِ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: «إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ إِلَى إِمْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ»
 
Sanad hadits di atas ialah perkataan Imam Bukhari rahimahullah:
حَدَّثَنَا الْحُمَيْدِيُّ عَبْدُ اللهِ بْنُ الزُّبَيْرِ قَالَ
حَدَّثَنَا سُفْيَانُ قَالَ: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيْدٍ
الأَنْصَارِيُّ قَالَ: أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيْمَ التَّيْمِيُّ أَنَهُ سَمِعَ عَلْقَمَةَ بْنَ وَقَّاصٍ اللَّيْثِيَّ يَقُوْلُ: سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَلَى الْمِنْبَرِ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ
 
Sedangkan Matan hadits di atas ialah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
«إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا
يُصِيْبُهَا أَوْ إِلَى إِمْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ»
 
Para perawi hadits, mereka adalah: Al-Humaidi ‘Abdullah bin Az-Zubair,Sufyan, Yahya bin Said Al-Anshari, Muhammad bin Ibrahim At-Taimi, Alqamah bin Waqqash Al-Laitsi, dan ‘Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu.
Shahabat yang meriwayatkan hadits tersebut adalah ‘Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu.
Mudawwin atau Mukhorrij al-Hadits (Penulis hadits atau yang mengeluarkan hadits) tersebut adalah Imam Bukhari.
Tanya: Setelah berakhirnya penyebutan Matan Hadits biasanya disebutkan kalimat/perkataan: الحَدِيْثُ أَخْرَجَهُ فُلاَنٌ (hadits ini
dikeluarkan oleh (imam/syaikh) fulan), apa maksudnya?
Jawab: Maksud kalimat/perkataan الحَدِيْثُ أَخْرَجَهُ فُلاَنٌ adalah hadits tersebut dibawakan atau diriwayatkan oleh (syaikh/imam) fulan secara lengkap dengan sanadnya.
 
Kedudukan Sanad dan Matan Hadits Dalam Agama Islam
Para ulama hadits sangat hati-hati dalam menerima suatu hadits kecuali apabila mengenal dari siapa mereka menerimanya setelah benar-benar dapat dipercaya.
Di dalam agama Islam, Sanad hadits memiliki kedudukan yang tinggi karena ia merupakan jalan yang sangat mulia untuk menetapkan hukum-hukum Islam.
Ada beberapa hadits dan atsar yang menerangkan keutamaan dan kedudukan Sanad hadits, di antaranya yaitu:
Diriwayatkan oleh muslim dari Muhammad bin Sirin rahimahullah (wafat tahun 110 H), bahwa beliau berkata: “Ilmu ini (hadits ini), adalah (bagian terpenting) agama, karena itu telitilah (aqidah dan manhaj, pent) orang-orang yang kamu mengambil agamamu dari mereka.”
Beliau (Muhammad bin Sirin) jg berkata: “Dahulu mereka (yakni para ulama hadits) tidak menanyakan tentang sanad, tetapi tatkala terjadi fitnah (munculnya kelompok dan pemikiran bid’ah, pent), mereka berkata: “Sebutkan kepada kami nama para perawi haditsmu,” bila dilihat yang menyampaikannya adalah Ahlus Sunnah, maka haditsnya diterima, tetapi bila yang menyampaikannya ahlul bid’ah, maka haditsnya ditolak.” (Lihat Muqaddimah Shahih Muslim).
Abdullah bin Mubarak (ulama tabi’in) rahimahullah berkata: “Menerangkan sanad hadits termasuk tugas agama, Andaikata tidak diperlukan sanad, tentu siapa saja dapat mengatakan apa yang dikehendakinya. (Pembeda) Antara kami (ahlul hadits/ahlus sunnah) dengan mereka (ahli kufur, ahli bid’ah dan pengekor hawa nafsu, pent) ialah sanad. Perumpamaan orang yang mencari hukum-hukum agamanya, tanpa memerlukan sanad, adalah seperti orang yang menaiki loteng tanpa tangga. (Lihat Syarah Shahih Muslim, an-Nawawi (1/87).
Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata: “Perumpamaan orang yang mencari (menerima) hadits tanpa sanad, sama dengan orang yang mengumpulkan kayu api di malam hari. “
Perhatian terhadap sanad di masa sahabat yaitu dengan menghapal sanad-sanad itu dan mereka mempuyai daya ingat yang luar biasa. Dengan adanya perhatian mereka, maka terpelihara sunnah Rasulullah صلى الله عليه وسلم  dari tangan-tangan ahli bid’ah dan para pendusta (pemalsu hadits).
 

Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Keutamaan Sholat Isyraq/Isyroq
Keutamaan Sholat Isyraq/Isyroq
Ustadz Muhammad Wasitho Lc MA - 10 years ago
Hindari Niat Buruk Dan Tujuan Tercela Dalam Menuntut Ilmu
Hindari Niat Buruk Dan Tujuan Tercela Dalam Menuntut Ilmu
Ustadz Muhammad Wasitho Lc MA - 7 years ago
Inilah Manusia Terbaik dan Terburuk di Muka Bumi
Inilah Manusia Terbaik dan Terburuk di Muka Bumi
Ustadz Muhammad Wasitho Lc MA - 7 years ago
Hadits Palsu Tentang Sholat Sunnah Kaffarat (Pengganti)
Hadits Palsu Tentang Sholat Sunnah Kaffarat (Pengganti)
Ustadz Muhammad Wasitho Lc MA - 8 years ago
Mewaspadai Virus Pemikiran Takfiri Yang Menyimpang
Mewaspadai Virus Pemikiran Takfiri Yang Menyimpang
Ustadz Muhammad Wasitho Lc MA - 7 years ago
Meraih Fadhilah Amal Di Hari Jumat (1)
Meraih Fadhilah Amal Di Hari Jumat (1)
Ustadz Muhammad Wasitho Lc MA - 8 years ago
Hadits Palsu Ttg Keutamaan Sholat Tarawih Dari Malam 1 - 30
Hadits Palsu Ttg Keutamaan Sholat Tarawih Dari Malam 1 - 30
Ustadz Muhammad Wasitho Lc MA - 7 years ago
3 Hal Penyebab Murka Allah
3 Hal Penyebab Murka Allah
Ustadz Muhammad Wasitho Lc MA - 6 years ago
Hadits Dhoif - Keutamaan Membaca Surat al-Waqiah
Hadits Dhoif - Keutamaan Membaca Surat al-Waqiah
Ustadz Muhammad Wasitho Lc MA - 10 years ago
© 2022 - Www.SalamDakwah.Com