SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Jangan Lewatkan Hari Tanpa 3 Perkara Ini!

Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 6 years ago

Jangan Lewatkan Hari Tanpa 3 Perkara Ini!

(Faedah dari penjelasan Al-Ustadz Badrusalam, Lc ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ

dalam Kajian Mukhtashar Minhajul Qasidin)

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah meninggalkan sebuah do’a, yang mana beliau senantiasa berdo’a dengan do’a ini setiap selesai shalat Shubuh. 

 

Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha;

 

(( ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺇﻧﻲ ﺃﺳﺄﻟﻚ ﻋﻠﻤﺎ ﻧﺎﻓﻌﺎ ﻭﺭﺯﻗﺎ

ﻃﻴﺒﺎ ﻭﻋﻤﻼ ﻣﺘﻘﺒﻼ ))

 

“Ya Allah, aku memohon kepadaMu Ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal, serta amal yang diterima.” [Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Ibnu Majah, Thabrani, dan yang lainnya, dan

dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Shahih Ibnu Majah]

 

Hal ini merupakan sinyal yang diberikan oleh Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam, agar hari-hari kita tidak kosong dari 3 hal tersebut, yaitu:

 

*Pertama, agar senantiasa kita Menambah Ilmu, bukan sekedar ilmu, akan tetapi yang diinginkan adalah ilmu yang bermanfaat, yaitu ilmu agama, yang dengannya kita mengetahui apa-apa yang diinginkan Allah Ta’ala dan apa-apa yang telah disampaikan oleh RasulNya shallallahu ’alaihi wasallam. 

 

Ilmu hanya diperoleh dengan mempelajarinya.

 

Maka dengan memanjatkan do’a ini, kita berharap agar Allah Ta’ala memberi taufiq kepada kita sehingga terdorong hati kita untuk menuntut ilmu, mempelajarinya demi mengangkat kebodohan dari diri kita. Terlebih lagi, segala bentuk sarana telah tersedia pada hari ini, yang memudahkan kita untuk mendapatkan ilmu agama, kapan saja, dan dimana saja.

 

*Kedua, agar kita juga Mencari Rizki, bekerja dan berkarya, tidak duduk-duduk menantikan uluran tangan dari orang lain. 

 

Islam menganjurkan mencari rizki demi untuk dapat melaksanakan ketaatan kepada Allah. Dengan rizki tersebut kita bisa menyempurnakan shalat kita, dengan rizki tersebut kita bisa bersedekah baik yang wajib maupun yang sunnah, dengan rizki

tersebut mungkin mencukupi untuk

menunaikan Umrah maupun Haji, dan segala bentuk ketaatan lainnya.

 

Akan tetapi tidak berarti semua rizki, melainkan hanya yang halal.

Karena hanya rizki yang halal yang akan memberikan keberkahan. 

Dan karena Allah Ta’ala tidak akan menerima kecuali dari yang halal dan baik.

 

*Ketiga, agar kita banyak Beramal Shaleh. 

 

Kita sangat butuh agar amalan kita diterima Allah Ta’ala.

Setelah bersusah payah, mengorbankan waktu, tenaga, harta, tentu kita ingin agar semua itu diterima Allah Ta’ala sehingga mendapat balasan yang diinginkan. 

 

Akan tetapi Allah hanya akan menerima amal yang shaleh, yaitu amal yang dilandasi 2 hal utama: 

Ikhlas (semata-mata mengharap Wajah Allah), serta Muttaba’ah (beramal hanya dengan Petunjuk yang telah dibawa oleh Nabi Muhammad

shallallahu ’alaihi wasallam).

 

Dan ketiga hal diatas saling berhubungan satu sama lain.

Dengan Ilmu yang bermanfaat kita dapat mengetahui mana yang halal dan mana yang haram, sehingga dalam mencari rizki pun kita mengetahui batasan-batasannya dan memastikan hanya mencari yang halal.

Dan hanya dengan ilmu lah suatu amal dapat ditegakkan dengan benar, sesuai yang diinginkan Allah dan RasulNya, sehingga amalan pun diterima. 

Karena amalan yang tidak dilandasai dengan ilmu, yaitu yang tidak

berdasarkan petunjuk Allah dan RasulNya, maka amalan tersebut

akan tertolak, sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh A’isyah radhiyallahu ’anha;

 

“Barangsiapa yang beramal dengan suatu amalan yang bukan atas petunjuk kami, maka amalan tersebut tertolak.” (Riwayat Muslim, shahih)

 

Demikian juga, harta yang halal juga menentukan apakah amalan kita diterima atau ditolak.

Sebagaimana hadits yang menceritakan seorang musafir yang berdo’a kepada Allah dalam safarnya;

“Ya Rabb, Ya Rabb…”

 

Akan tetapi makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya

haram, sehingga Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda; 

 

“Bagaimana do’anya akan dikabulkan?” (Riwayat

Muslim, shahih)

 

Padahal orang tersebut berada pada kondisi dimana jika berdo’a

tidak akan tertolak, tapi ternyata Rasulullah shallallahu ’alaihi

wasallam mengabarkan bahwa do’anya tertolak lantaran makanan, minuman, serta pakaiannya berasal dari sesuatu yang haram.

 

Semoga dengan mentadabburi do’a diatas, dapat memotivasi diri kita untuk senantiasa mengisi hari-hari yang kita lalui dengan ketiga amalan diatas.

 


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Sedih...
Sedih...
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 5 years ago
Jubah Romawi
Jubah Romawi
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 3 years ago
Ulama Masih Berselisih
Ulama Masih Berselisih
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 3 years ago
Kajian Di Rumah Tidak Boleh ?
Kajian Di Rumah Tidak Boleh ?
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 4 years ago
‎Lelah‬ yang mana...
‎Lelah‬ yang mana...
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 4 years ago
Adab Menebar Berita
Adab Menebar Berita
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 6 years ago
Amal Hati
Amal Hati
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 6 years ago
Nasehat Ammar bin Yasir
Nasehat Ammar bin Yasir
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 6 years ago
Tafsir Al Baqoroh 13
Tafsir Al Baqoroh 13
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 8 years ago
Beda Antara Taqiyah dan Mudaroh
Beda Antara Taqiyah dan Mudaroh
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 4 years ago
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com