SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Emansipasi Wanita, Adakah???

Ustadz Fuad Baraba Lc - 5 years ago

Emansipasi Wanita, Adakah???

Penulis: Ustadzah Ari Mardiah Joban حفظه الله 

 

Tidak diragukan lagi Islam adalah agama yang sempurna, agama yang mulia serta diridhoi oleh Allah Ta’ala, agama yang adil yang selalu memberikan sesuatu sesuai dengan porsinya, yang mana didalamnya terdapat al-Qur’an & as-Sunnah sebagai pedoman hidup yang menuntun manusia ke jalan kebenaran. Karena di dalam al-Qur’an & as-Sunnah terdapat bimbingan, peraturan-peraturan dalam kehidupan manusia baik dari segi adab, akhlak, ibadah dan juga muamalah seseorang secara pribadi maupun bermasyarakat, yang dengannya menunjukan bahwa Islam adalah agama yang lengkap dan juga sempurna, yang mengatur segala aspek kehidupan manusia.

 

Dengan fakta diatas jelaslah kekeliruan-kekeliruan yang diocehkan orang-orang yang selalu melontarkan syubhat-syubhat, mereka mengatakan: “Bahwa Islam adalah agama yang mendzolimi kaum wanita dan mengurangi haknya dalam warisan dan juga persaksian, yang mana laki-laki mendapat bagiannya dalam warisan sama dengan bagian dua orang wanita, dari perkara ini terlihat jelas kedhozliman islam terhadap wanita”. Dan juga sebagian mereka mengatakan bahwa: “Islam adalah agama yang kuno yang menginginkan keterbelakangan bagi kaum wanita dengan memerintahkan wanita memakai jilbab yang bisa menghalangi seorang wanita menuju keberhasilan”.

 

Sebetulnya syubhat-syubhat ini lebih lemah dari sarang laba-laba, dan bisa kita bantah dengan bantahan-bantahan berikut ini:

 

1.Sesungguhnya ocehan tersebut batil, karena Islam agama yang adil, yang memberikan hak-hak yang sama baik laki-laki maupun wanita, jika dalam warisan seorang laki-laki mendapat bagian yang lebih banyak dari pada wanita karena seorang laki-laki mempunyai kewajiban untuk menafkahi isteri dan anak-anaknya, sedangkan wanita tidak.

 

2.Bukankah Islam telah memberikan hak-hak yang sama terhadap laki-laki dan wanita di dalam beribadah dan beramal dan juga terhadap pahala yang akan diterima atas amal tersebut, serta keduanya akan dihisab kelak di hari kiamat terhadap amal yang mereka kerjakan? Bukankah Islam telah memproklamirkan bahwa wanita dan pria sama di dalam Islam? Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman:

 

( وَ مَنْ يَعْمَلْ مِنْ الصَّالِحَاتِ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَ هُوَ مُؤْمِنٌ فَأُوْلَئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَ لا يُظْلَمُونَ نَقِيرًا)

 

“Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, Maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun”. (Qs: an-Nisa 124)

 

Dan juga bisa jadi seorang wanita itu lebih baik daripada pria di karenakan keimananya juga ketakwaannya. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman:

 

( يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوباً وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ )

 

“Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal”. (Qs: al-Hujraat 13)

 

3.Keberhasilan apa yang mereka maksud??!

Islam bukanlah agama yang kuno serta terbelakang seperti yang diocehkan. Islam bahkan menganjurkan dan mewajibkan bagi setiap muslim baik pria maupun wanita untuk menuntun ilmu, Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam bersabda:

 

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِم) رواه ابن ماجه)

 

“Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim”. (HR. ibnu majah no: 224)

 

Dengan hadits diatas jelas betul bukan, bahwa Islam menginginkan kemajuan untuk umatnya baik pria maupun wanita. Lalu apakah dengan hijab menghalang seseorang untuk berhasil?? Lalu keberhasilan apa yang mereka maksud?? Tentu tidak wahai saudaraku!! Hijab bukanlah suatu penghalang seseorang untuk berhasil, justru hijablah sebagai suatu kunci keberhasilan seseorang wanita menuju keberhasilan yang hakiki yaitu: kebahagian di akhirat yang kekal lagi abadi.

 

Wahai saudaraku!! 

Sesungguhnya kesetaraan antara wanita dan pria atau yang lebih dikenal dengan sebutan (emansipasi wanita) yang mana wanita mempunyai hak yang sama dalam segala apapun tanpa ada batasan yang jelas merupakan sebuah tipuan, yang jika kita telaah lebih jauh akan sangat jelas kebusukkannya, bahkan terkadang malah merugikan kaum wanita itu sendiri. Sebagai contoh diatas, di jaman sekarang banyak wanita yang berorasi (berteriak) meneriakan bahwa “wanita jaman sekarang harus berkarir, jangan mau kalah dengan pria, tunjukkan bahwa wanita bisa berkarir dan masih banyak lagi…

 

Tahukah engkau wahai saudariku….

Wanita tidak wajib untuk mencari nafkah, tugas wanita adalah mengurusi pendidikan anak, suami dan rumahnya. Kewajiban mencari nafkah adalah tugas kaum pria, Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

 

(وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ)

 

“Dan kewajiban ayah memberi Makan dan pakaian kepada Para ibu dengan cara ma’ruf”. (Qs: al-Baqarah:233)

 

Lalu timbul pertanyaan, bagaimana jika keadaan yang mendesak, yang menuntut seorang wanita untuk mencari nafkah (bekerja diluar rumah)?

Jawabannya yaitu: jika memang keadaan demikian maka kita harus memperkirakan sesuai dengan kadar daruratnya, sebagaimana dalam kaidah fiqih mengatakan:

 

الضَّرُوْرَةُ تُقَدٍّرُ بِقَدَرِهَا

 

“Darurat itu harus diperkirakan sesuai dengan kadarnya.”

 

Juga dalam hal ini ada syarat-syarat yang harus dipatuhi oleh seorang wanita, diantaranya:

 

1.Harus dapat izin dari suami atau walinya.

2.Tidak terjadi khalwat (berduaan dengan bukan mahramnya) dan juga ikhtilath (campur baur pria&wanita).

3.Menutup aurat sesuai dengan syar’i.

4.Tidak bertabaruj (bersolek).

 

Saudariku yang tercinta….

Janganlah kalian bangga dengan keberhasilan wanita-wanita barat (kafir) yang mana mereka berhasil dalam karir dan bisnisnya dan mempunyai penghasilan sendiri disebabkan mereka bebas dan merdeka dan tidak adanya batasan-batasan yang menghalangi mereka. Jika kita pandang sekilas kenyataanya memang seperti itu, tapi ketahuilah wahai saudariku…dibalik itu semua berapa banyak dampak negatif yang ditimbulkan, diantaranya:

 

1.Runtuh dan rusaknya rumah tangga disebabkan kurangnya kasih sayang.

2.Banyaknya perzinaan dikarenakan ikhtilath yang menyebabkan banyaknya anak yang lahir dari perzinaan.

3.Adanya penghianatan dalam kehidupan rumah tangga antara suami dan istri.

4.Pencurian, pemerkosaan dan kriminalitas lainnya.

 

Dengan banyak wanita yang keluar rumah untuk bekerja demi sebuah karir atau reputasi, sesungguhnya mereka telah melupakan karir yang sebenarnya yaitu mendidik anak–anaknya. Bukankah suatu karir mendidik anak-anak kita hingga mereka tumbuh dewasa menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah, yang dapat menghantar kita menuju kebahagiaan yang hakiki nan abadi yaitu jannatul firdaus??

 

Saudariku…

Hendaklah kita menjadi sosok wanita yang diinginkan dalam Islam, karena Islam menempatkan wanita pada posisi yang sangat mulia. Bahkan dalam kondisi tertentu wanita lebih baik dari laki-laki. Seperti yang diriwayatkan Abu Hurairoh Radhiallahu ‘anhu :

 

«جاء رجل إِلَى رَسُول الله – صلى الله عليه وسلم -، فَقَالَ: يَا رَسُول الله ، مَنْ أحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي ؟ قَالَ : (( أُمُّكَ )) قَالَ : ثُمَّ مَنْ ؟ قَالَ : (( أُمُّكَ )) ، قَالَ : ثُمَّ مَنْ ؟ قَالَ : (( أُمُّكَ )) ، قَالَ : ثُمَّ مَنْ ؟ قَالَ : (( أبُوكَ )) » مُتَّفَقٌ عَلَيهِ

 

Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam kemudian bertanya, wahai Rasulullah siapakah orang yang paling berhak untuk aku berbuat baik kepadanya? Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam menjawab:“Ibumu”, kemudian orang itu bertanya lagi, lalu siapa lagi? Kemudian Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam menjawab:”Ibumu”, kemudian orang itu bertanya lagi, lalu siapa lagi? Kemudian Beliau Shalallahu’alaihi wasallam menjawab:”Ibumu”, kemudian orang itu bertanya lagi, lalu siapa lagi? Beliau Shalallahu’alaihi wasallam menjawab:”Ayahmu”. (Muttafaqun ‘alaihi).

 

Dari hadits diatas, Islam telah mengutamakan seorang ibu dibanding ayah, dikarenakan seorang ibu telah bersusah payah ketika mengandung, lalu melahirkan, menyusui, menimang dan mendidik. Sedangkan kelebihan atau keutamaan laki-laki dalam urusan warisan dikarenakan mereka diwajibkan untuk member nafkah anak dan istrinya, serta memberi tempat tinggal juga pakaian. Dari sini terlihat jelas bukan, bahwa Islam memberi sesuatu sesuai hak dan porsinya masing-masing. Lalu bagaimanakah sosok wanita yang diinginkan oleh Islam??

 

1.Islam mengharapkan wanita yang taat kepada Allah dan Rosulnya serta menjauhi segala larangannya.

2.Wanita yang patuh pada suami (tentunya dalam ketaatan kepada Allah), yang menyenangkan hatinya, menjaga kehormatannya dikala jauh, dan selalu membantunya dalam beribadah kepada Allah.

3.Wanita yang menjaga kehormatannya dengan memakai hijab yang sesuai dengan syar’i (bukan jimet alias jilbab metal) yang dengannya mereka akan selamat dan terjaga dari segala gangguan.

4.Wanita yang menjaga pandangannya.

5.Wanita yang kuat dalam dinnya, sabar dan rela dengan takdir dan ketentuan Allah Ta’ala.

 

Sebenarnya masih banyak kriteria wanita yang diinginkan dalam Islam, tetapi dengan lima point diatas saya rasa sudah dapat mewakili.

Mudah-mudahan kita dapat menjadi sosok wanita yang diidamkan oleh Islam.

 

21 Jumadats Tsani 1435H / 21 April 2014


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Doa Pelebur Dosa
Doa Pelebur Dosa
Ustadz Fuad Baraba Lc - 4 years ago
Syarat Dihapuskannya Dosa-dosa Kecil
Syarat Dihapuskannya Dosa-dosa Kecil
Ustadz Fuad Baraba Lc - 4 years ago
Hukum Kencing Berdiri
Hukum Kencing Berdiri
Ustadz Fuad Baraba Lc - 2 years ago
Keutamaan Qobliyah Dzuhur dan Badiyahnya
Keutamaan Qobliyah Dzuhur dan Badiyahnya
Ustadz Fuad Baraba Lc - 3 years ago
Selesai Ramadhan Bukan Selesai Puasa (Ibadah)
Selesai Ramadhan Bukan Selesai Puasa (Ibadah)
Ustadz Fuad Baraba Lc - 5 years ago
Jangan Kau Cela Pemimpinmu
Jangan Kau Cela Pemimpinmu
Ustadz Fuad Baraba Lc - 5 years ago
Jadilah Pemaaf
Jadilah Pemaaf
Ustadz Fuad Baraba Lc - 3 years ago
Ilmu Dunia Profesor, Ilmu Agama SD
Ilmu Dunia Profesor, Ilmu Agama SD
Ustadz Fuad Baraba Lc - 3 years ago
Bulan al-Muharram Bukan Bulan Muharram
Bulan al-Muharram Bukan Bulan Muharram
Ustadz Fuad Baraba Lc - 5 years ago
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com